FIFA Hukum Presiden Federasi Afghanistan karena Pelecehan Seksual

Football5star.com, Indonesia – Kasus pelecehan seksual terjadi di sepak bola wanita. Kali ini terjadi di Afghanistan dan melibatkan pejabat di lingkungan Afghanistan Football Federation (AFF). Imbas adanya isu tersebut, FIFA memutuskan untuk menghukum Presiden AFF sembari melakukan penyelidikan.

Kasus bermula ketika Khalida Popal, salah satu petinggi sepak bola Putri Afghanistan melaporkan kepada Guardian bahwa ada pelecehan seksual yang dilakukan pejabat AFF. Pelecehan seksual itu terjadi di Afghanistan dan di luar negara mereka, Yordania saat menjalani training camp pada Februari lalu.

Popal bersama Shabnam Mobarez, Mina Ahmadi dan pelatih kepala, Kelly Lindsey melarikan diri dari Afghanistan dan mencari suaka di Demark pada 2016 lalu. Mereka bercerita kepada Guardian tentang cobaan berat para pemain di Afghanistan. Mereka juga frustasi dengan sistem yang mereka rasa gagal untuk melindungi mereka.

FIFA Hukum Presiden Federasi Afghanistan karena Pelecehan Seksual - Football5star - twitter @Khalida_Popal
twitter @Khalida_Popal

Menanggapi pemberitaan dari Guardian tersebut, pemerintah Afghanistan tak berdiam diri. Pada 9 Desember 2018 lalu, pihak Kejaksaan Afghanistan untuk sementara membekukan AFF. Mereka membekukan AFF sembari melakukan investigasi.

“Setelah adanya laooran dugaan pelecehan seksual terhadap pesepak bola wanita di AFF, Kejaksaan Afghanistan telah menunjuk komite khusus. Komite ini ditugaskan untuk menyelidiki (kasus) ini secara menyeluruh untuk mengetahui kebenaran tuduhan ini. Komite telah memulai penyelidikan,” ungkap Jamshid Rsooli, Juru Bicara Kejaksaan Afghanistan dikutup Football5star dari The Guardian.

FIFA melalui Komite Etika telah memutuskan untuk menghukum Keramuudin Karim, Presiden AFF untuk tak berkecimpung di sepak bola selama 90 hari. Hukuman ini bisa diKeramuudin Karimperpanjang sembari menunggu hasil penyelidikan. Karim dilarang berkecimpung di semua kegiatan yang berhubungan dengan sepakbola di tingkat nasional dan internasional.

Comments
Loading...