FIFA: Tak Ada Pencurian Medali Juara Piala Dunia!

Football Live Star Football5Star, Indonesia – Jagat media sosial dibuat heboh oleh sebuah insiden saat pemberian medali juara Piala Dunia, Minggu (15/7/2017). Seorang perempuan ofisial FIFA yang berdiri dekat Presiden Rusia Vladimir Putin terlihat memasukkan medali juara ke saku blazernya. Kontan, banyak yang menuding dia sengaja mencuri medali itu.

Spekulasi bermunculan. Bahkan, ada yang menuding perempuan itu melakukan hal tersebut atas titah Putin. Namun, semua tudingan itu tidak benar. FIFA, seperti dilaporkan Sport1, telah mengklarifikasi bahwa tidak ada pencurian medali juara Piala Dunia dalam prosesi itu.

Marion Mayer-Vorvelder saat mengesahkan venue Piala Dunia U-17 di India.
theweek.in

Dalam penjelasannya, FIFA menyatakan, sang petugas memang memasukkan medali ke saku blazernya, tapi bukan dengan niat mencuri. Itu dilakukan untuk mengamankan medali yang ternyata berlebih. Hal tersebut adalah prosedur yang biasa.

FIFA menyiapkan 50 medali untuk setiap tim juara, runner-up, dan peringkat ketiga. Saat itu, Marion Mayer-Vorfelder, sang petugas, melihat anggota timnas Prancis yang ada tidak sesuai dengan jumlah medali yang dibawa. Dia pun memasukkan medali ke sakunya. Belakangan, medali-medali sisa itu diserahkan kepada pihak timnas Prancis.

Di struktur organisasi FIFA, Marion Mayer-Vorfelder menjabat Kepala Bagian Kompetisi. Sudah cukup lama dia berada di federasi sepak bola internasional tersebut. Sempat gagal saat kali pertama mengajukan lamaran, dia akhirnya diterima di bagian sumber daya manusia dan kemudian ditugaskan di bagian kompetisi.

Kompetisi pertama yang ditangani Marion Mayer-Vorfelder adalah Piala Dunia Wanita U-19 yang digelar di Kanada pada 2002.


Tahukah Anda?

Marion Mayer-Vorfelder adalah anak mendiang mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan Presiden VfB Stuttgart, Gerhard Mayer-Vorfelder. Semasa hidupnya, Gerhard juga pernah menjadi Wakil Presiden UEFA pada 2007-2009.

Comments
Loading...