FIFPro Bereaksi Keras atas Hukuman Federasi Ukraina untuk Taison

Football5star.com, Indonesia – Beberapa negara di Eropa sepertinya masih setengah hati memerangi rasialisme. Anggapan ini setidaknya bisa terlihat dalam kasus yang menimpa bintang Shakhtar Donetsk, Taison.

Cerita bermula saat Taison menghadapi Dynamo Kiev beberapa waktu lalu. Ia marah besar pada fan tuan rumah yang melakukan hinaan bernada rasial. Sang pemain lantas menendang bola ke arah tribun dan mengacungkan jari tengahnya.

Masalah tersebut ternyata masih berlanjut sampai sekarang. Federasi sepak bola Ukraina (UAF) baru saja memutuskan bahwa pemain asal Brasil itu mendapat hukuman larangan satu pertandingan atas perbuatannya ketika itu.

Keputusan federasi Ukraina ini lantas mendapat reaksi keras dari Asosiasi Pesepakbola Profeisonal Dunia (FIFPro). Mereka mengaku sangat kecewa dengan keputusan tak berdasar tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan keputusan federasi Ukraina yang menghukum Taison larangan bermain satu pertandingan. Mengadili korban pelecehan ras tidak bisa dipahami dan itu berlaku bagi mereka yang mempromosikan perilaku tercela seperti ini,” tulis FIFPro di akun Twitternya.

Sejatinya UAF sudah menghukum Dynamo Kiev atas perbuatan fan mereka. Klub ibu kota dihukum satu laga usiran dan harus membayar denda sebesat 16 ribu poinds.

Saat Shakhtar Donetsk menghadapi Dynamo Kiev 10 November lalu, Taison bukan satu-satunya pemain yang jadi korban tindakan rasial pendukung tuan rumah. Ada pula Dentinho, rekan setim sang gelandang yang juga jadi korban pelecehan suporter.

Comments
Loading...