Final Liga Champions Buat Dua Legenda Man United Akhiri Permusuhan

Football5star.com, Indonesia – Permusuhan antara dua legenda Man United, Teddy Sheringham dan Andy Cole sudah menjadi rahasia umum publik Old Trafford. Sejak kedatangan Sheringham pada 1997, keduanya tak pernah akur. Namun final Liga Champions 1998 mengubahnya.

Teddy Sheringham mengakui bahwa final Liga Champions 1998 antara Manchester United vs Bayern Munich di Stadion Nou Camp jadi momentum ia dan Cole berbaikan.

“Kami tidak pernah berteman. Kami hanya berusaha untuk tidak berseteru. Tapi kami sudah menemukan kedamaian. Final di Nou Camp mengubahnya,” kenang Sheringham seperti dikutip football5star.com dari dailymail, Kamis (23/5/2019).

Andy Cole sendiri pada 2010 lalu sempat mengakui ke publik bahwa ia memang tak suka kepada Sheringham. “Saya membencinya secara pribadi hampir 15 tahun lebih,” kata Cole.

Final Liga Champions Buat Dua Legenda Man United Akhiri Permusuhan
thesun.co.uk

Menurut Sheringham, kondisinya dengan Cole terjadi begitu saja. Publik maklum jika keduanya tak bersahabat, di era 90-an, keduanya memang saling bersaing demi mendapat tempat utama. Baik di klub ataupun timnas Inggris.

“Anda bergaul dengan semua orang di tempat kerja, tapi pasti ada seseorang yang tidak Anda suka, dan tidak ingin berada di dekatnya,” kata Sheringham.

“Itulah yang terjadi pada saya dan Cole. Tapi kami tidak ingin menunjukkan itu di lapangan,” tambah Sheringham.

Sheringham ingat betul saat final Liga Champions, di mana ia menjadi pencetak gol kemenangan Manchester United. Cole berjalan menghampirinya di akhir pertandingan.

“Dia mengulurkan tangannya dan berkata, ‘biarlah semua yang dulu berlalu dan tak perlu kita ingat lagi’. Saya kemudian menjabat tangannya” ucap Sheringham.

Hubungan antara Cole dan Sheringham memang cukup menarik. Meski keduanya bermusuhan, namun keduanya ialah pemain penting Red Devils di era 98.

Cole menjadi tandem terbaik untuk Dwight Yorke. Sementara Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer jadi duet maut dari bangku cadangan. Duet maut empat striker ini membuat Sir Alex saat itu memiliki dua opsi di lini Man United. Tak berlebihan jika keduanya layak disebut legenda Man United.

Comments
Loading...