Final Liga Europa Harusnya Jadi Malam Gemilang Romelu Lukaku

  • Pada final Liga Europa, Romelu Lukaku membuka skor, tapi lantas membuat gol bunuh diri yang membuat Inter Milan kalah 2-3 dari Sevilla
  • Lukaku hampir membuat gol keduanya pada laga final Liga Europa andai tak digagalkan Yassine Bounou
  • Berkat golnya di gawang Sevilla, Lukaku menyamai catatan emas Cristiano Ronaldo, Roberto Boninsegna, Hernan Crespo, dan Ronaldo Luiz Nazario de Lima

Football5Star.com, Indonesia – Ada satu pemain Inter Milan yang paling terpukul oleh kekalahan di final Liga Europa. Dialah Romelu Lukaku. Sampai-sampai, striker asal Belgia itu sampai tak menunjukkan batang hidungnya saat pemberian medali runner-up. Dia menyingkirkan diri entah di mana.

Lukaku pantas terpukul. Di Stadion RheinEnergie malam itu, takdirnya berubah 180 derajat. Dari membuka skor lewat eksekusi penalti pada menit k-5 yang membawa Inter Milan unggul, dia malah jadi penyebab kekalahan gara-gara gol bunuh diri yang dibuat pada menit ke-74.

Hendak membuang bola hasil tendangan salto Diego Carlos, sontekannya malah membuat bola bersarang di gawang Samir Handanovic dan membuawa Sevilla unggul 3-2. Hal yang menambah pedih, dia sebelumnya hampir membuat gol keduanya lewat serangan balik. Namun, dalam posisi satu lawan satu, sepakannya mampu ditahan Yassine Bounou.

Bukan itu saja yang mengganjal di hati Lukaku. Malam itu, seharusnya jadi malam penuh kenangan. Malam yang tak akan terlupakan sepanjang hayatnya. Itu karena selain menjadi pahlawan I Nerazzurri, dia pun menorehkan beberapa catatan emas.

Catatan emas pertama, Lukaku menyamai Cristiano Ronaldo yang mencetak gol dalam enam laga beruntun pada fase gugur antarklub Eropa. Sejak babak 32-besar hingga final Liga Europa musim ini, dia selalu mencetak gol. Dia membobol gawang Ludogorets Razgrad dalam dua pertemuan, lalu menjebol gawang Getafe, Bayer Leverkusen, Shakhtar Donetsk, dan Sevilla.

Adapun Cristiano Ronaldo melakukan hal itu pada 2012 hingga 2013. Dia memulainya pada leg II semifinal Liga Champions 2011-12. Musim berikutnya, dia tak henti membobol gawang lawan sejak babak 16-besar hingga semifinal leg I.

Lukaku Samai Boninsegna dan Crespo

Catatan emas kedua, Lukaku menyamai rekor gol dalam semusim pada ajang antarklub Eropa bersama Inter Milan. Gol di gawang Sevilla pada final Liga Europa adalah yang ke-9 pada musim ini. Selain 7 gol pada ajang Liga Europa, dia mengemas 2 gol pada ajang Liga Champions.

Sebelum Lukaku, ada dua pemain yang mengemas 9 gol bagi Inter pada ajang antarklub Eropa. Mereka adalah Roberto Boninsegna dan Hernan Crespo. Boninsegna mencetak 9 gol dalam 10 pertandingan Piala Fairs 1969-70. Sementara itu, Crespo membuat 9 gol dalam 12 laga Liga Champions 2002-03.

Catatan emas ketiga, Romelu Lukaku menyamai rekor gol terbanyak pada musim debut bersama Inter Milan. Tambahan 1 gol saat melawan Sevilla membuat dia mengemas 34 gol di semua ajang sepanjang musim ini. Itu menyamai Ronaldo Luiz nazario de Lima pada 1996-97.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More