Wawancara Eksklusif Football5star dengan Pelatih Malaysia U-23, Ong Kim Swee

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Setelah kemenangan bersejarah atas Korea Selatan (Korsel), kami berkesempatan mewawancarai pelatih Malaysia U-23, Ong Kim Swee (OKS).

Coach OKS adalah salah satu pelatih terbaik di Malaysia. Pengalamannya bersama timnas usia muda Harimau Malaya begitu panjang sejak 2011. Di SEA Games 2011 Jakarta, dia dan timnas Malaysia asuhannya secara heroik sukses mengalahkan Indonesia untuk meraih medali emas.

Baru berusia 47 tahun, coach OKS sudah menorehkan banyak tinta emas di sejarah sepak bola Malaysia. Sebelum kemenangan historis atas Korsel, timnas U-23 Malaysia yang dibesutnya juga lolos ke perempat-final Piala Asia U-23 di bulan Januari 2018 lalu.

Pagi ini (20/8), kami berbicara panjang-lebar dengan Coach OKS tentang Malaysia U-23, Asian Games, dan banyak hal lainnya.

Ong Kim Swee, pelatih timnas U-23 Malaysia di Asian Games 2018.
bharian.com.my

Selamat pagi, coach OKS. Senang akhirnya bisa berbincang dengan Anda…

Ya, selamat pagi. Senang bisa mengobrol lagi dengan Anda pagi ini setelah sekian lama.

Setelah kemenangan atas Korsel, bagaimana hal itu berdampak bagi anak asuh Anda?

Well, tentu saja itu kemenangan besar bagi kami. Setelah 44 tahun kami tidak pernah mengalahkan Korsel di Asian Games, kini kami melakukannya lagi. Ini kemenangan besar dan sangat menaikkan moral anak-anak di dalam tim. Ini juga menyakinkan masyarakat Malaysia bahwa tim ini bisa melakukan banyak hal hebat bersama.

 

Tentang Safawi Rasid dan Egy Maulana Vikry

Safawi Rasid menjadi bintang dengan dua golnya melawan Korsel. Ia juga sudah mencetak total tiga gol di Asian Games 2018. Bagaimana Anda melihat potensi pemain 21 tahun ini?

Safawi adalah pemain dengan potensi besar. Dia terbukti konsisten bersama klubnya (Johor Darul Ta’zim) dan bersama timnas. Dia juga sudah beberapa kali tampil bersama timnas senior kami. Kekuatan terbesar Safawi adalah konsistensi dan fokus bermainnya yang luar biasa. Dengan sikap dan bimbingan yang benar, dia bisa berkarier hingga ke Eropa.

Apakah potensi Safawi Rasid sama dengan Egy Maulana Vikry, wonderkid asal Indonesia?

Ya, tentu. Tapi bakat bukan sesuatu yang perlu dibandingkan. Safawi dan Egy adalah dua pemain berbeda. Tapi dengan arahan dan sikap yang tepat, ia (Safawi) bisa menyusul jejak Egy menembus Eropa dan membanggakan Malaysia.

 

Tentang Rotasi dan Potensi Jepang di Babak 16 Besar

Malaysia sudah memastikan lolos kendati masih akan melawan Bahrain malam ini. Ada persiapan khusus seperti rotasi mungkin?

Tentu saya mempertimbangkan hal itu. Tim ini berisi pemain-pemain terbaik yang saya yakin punya kualitas yang sama hebatnya. Tapi, ini turnamen. Anda harus mempertimbangkan hukuman akumulasi kartu dan potensi cedera. Tapi, saya yakin siapa yang diturunkan adalah pemain yang paling siap.

Malaysia dipastikan akan bertemu Jepang di babak 16 besar. Walau tak membawa pemain terbaiknya, ada sosok Hajime Moriyasu di sana. Moriyasu juga sudah diangkat menjadi pelatih tim senior. Apa pendapat Anda?

Dengan atau tanpa pemain terbaiknya, Jepang tetaplah Jepang. Mereka sangat fokus dan disiplin. Kami tidak pernah meremehkan lawan, kendati mereka baru saja kalah dari Vietnam kemarin (19/8) malam.

 

Tentang Skuat Malaysia, Indonesia, dan Pemanggilan Baddrol Bakhtiar

Coach OKS, empat bulan lalu ketika saya bertanya bayangan skuat Anda untuk Asian Games 2018, Anda terlihat ragu. Kini, Anda punya skuat yang bisa dibilang terbaik. Bagaimana pandangan Anda tentang skuat Malaysia U-23 saat ini?

Tim yang saya pilih ini 80% berasal dari skuat saat Piala AFC U-23 lalu. Bahkan, kami tidak bisa membawa dua pemain terbaik kami, Matthew Davies dan Nor Azam Abdul Azih, yang tidak dilepas klubnya (Pahang FA). Tapi dengan pemain yang dibawa ini, kami terlihat lebih solid dan kuat.

Di skuat ini ada sosok yang sangat dikenal publik Indonesia, Baddrol Bakhtiar. Kenapa Anda akhirnya memanggil Baddrol dan memilihnya sebagai kapten? Kenapa bukan Safiq Rahim atau Safee Sali, misalnya?

Anda tahu sendiri, Baddrol adalah kapten saya saat kami memenangi SEA Games 2011 di sini (Indonesia). Bagi saya, Baddrol punya yang saya butuhkan di dalam tim. Ia punya karisma, mampu menjadi contoh bagi pemain muda, dan bisa menyatu dengan tim ini. Baik di dalam atau luar lapangan, Baddrol adalah sosok yang paling pas. Bukan berarti Safiq atau Safee tidak baik, namun untuk kebutuhan taktik dan non-teknis, Baddrol adalah yang paling pas.

Terakhir coach, karena saya dari Indonesia, saya akan menanyakan ini. Seberapa ingin Anda bertemu dengan Indonesia di turnamen ini?

Jujur saja, bertemu Indonesia selalu menyenangkan. Indonesia dan Malaysia punya rivalitas yang panjang dan hangat, di mana itu bagus bagi sepak bola. Tapi, bertemu Indonesia saat mereka menjadi tuan rumah sangat sulit. Sementara itu, kami akan berfokus memikirkan Bahrain dan Jepang, sebelum berpikir tentang lawan selanjutnya.

Comments
Loading...