Frank Lampard Pelatih Terburuk di Era Abramovich, Layak Dipecat?

Football5star.com, Indonesia – Chelsea kembali tuai hasil buruk. Menghadapi Manchester City di Stamford Bridge, Senin (4/1/2021) dalam lanjutan Liga Inggris, anak asuh Frank Lampard itu kalah dengan skor 1-3. Kekalahan yang membuat posisi Lampard sebagai pelatih kian terancam.

Usai pertandingan, fan Chelsea beraksi di sosial media, Twitter. Tagar Lampard Out sempat menjadi trending topic di Twitter. Pendukung Chelsea layak marah. Lantaran Chelsea dari 6 pertandingan terakhir di semua kompetisi hanya mampu meraih 1 kemenangan.

Lampard dituding sebagai pelatih tak becus. Uang sebesar 222 juta poundsterling untuk datangkan sejumlah pemain bintang tak membuat Chelsea menjadi tim yang ditakuti. Di awal Januari 2020 lalu, Chelsea berada di posisi keempat, sedangkan di awal Januari tahun ini, mereka tersungkur di tempat kedelapan.

Faktanya seperti dikutip Football5star.com dari data Prime Video Sport, Lampard memang pelatih terburuk The Blues sejak era Roman Abramovic. Dari 55 pertandingan yang telah dilakoni Lampard bersama Chelsea, ia hanya mampu catatkan 1,67 poin per pertandingan.

Angka ini berada di urutan paling buncit di antara pelatih-pelatih Chelsea sejak diambil alih oleh Roman Abramovich. Angka rataan poin per pertandingan Lampard sangat kecil bahkan dibanding Andre Villas Boas yang hanya mendampingi The Bluese sebanyak 27 pertandingan.

Bahkan nilai Lampard itu sangat jauh dibanding dengan Avram Grant yang hanya melatih Chelsea di 32 pertandingan namun memiliki poin per pertandingan sebesar 2,31.

Sejumlah pihak pun menganggap masa depan Lampard di Stamford Bridge akan segera berakhir. The Athletic menulis bahwa Lampard bisa saja kehilangan posisinya dalam waktu dekat.

“Chelsea telah mulai menjajaki rencana alternatif dengan tujuan untuk mengganti Lampard jika kemerosotan saat ini terus berlanjut,” tulis The Athletic.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More