Franz Beckenbauer: Maradona itu Menakjubkan dan Bikin Pusing

Football5Star.com, Indonesia – Legenda sepak bola Jerman, Franz Beckenbauer, terkejut dan sangat bersedih atas kepergian Diego Maradona untuk selama-lamanya. Dia pun lantas mengenang perjumpaan dengan megabintang Argentina itu. Bagi Der Kaiser, El Diez adalah sosok luar biasa.

Beckenbauer berjumpa untuk kali pertama dengan Maradona pada 1978. Saat itu, Der Kaiser berada pada pengujung karier dengan membela New York Cosmos. Adapun El Diez baru meretas kebintangan dengan membela Argentinos Juniors.

“Setiap tahun, New York Cosmos melakukan perjalanan ke Amerika Selatan. Pada 1978, setelah Piala Dunia, kami melawan timnas U-21 Argentina. melawan Maradona. Itulah kali pertama saya berjumpa dengan dia,” kata Franz Beckenbauer seperti dikutip Football5Star.com dari Sport1.

Franz Beckenbauer mengakui Diego Maradona sebagai pesepak bola hebat dengan kemampuan istimewa.
intouch.wunderweib.de

Beckenbauer mengaku sangat takjub. “Saya berkata, ini bukan pesepak bola. Ini sih seniman! Penari! Itulah kenyataannya. Saya sama sekali tak pernah melihat sosok seperti dia. Dia itu seorang genius sepanjang masa. Pada 1970-an dan 1980-an, dialah pesepak bola terbaik dunia.”

Pada pertandingan itu, menurut Beckenbauer, New York Cosmos hanya kalah 0-1. Namun, kata dia, seharusnya timnas U-21 Argentina bisa menang besar. “Para pemain Argentina itu terlalu bermurah hati,” ucap dia.

Beckenbauer Salah Taktik

Franz Beckenbauer tak lupa mengungkapkan kenangan menghadapi Diego Maradona saat dia menangani timnas Jerman Barat di Piala Dunia 1986 dan 1990. Pada dua edisi itu, tim asuhan Der Kaiser selalu berjumpa timnas Argentina yang dikapteni Maradona pada partai final. Dia mengaku pusing saat harus menghentikan aksi brilian El Diez.

Tahu persis kehebatan Maradona, Beckenbauer pun membuat taktik tersendiri dalam dua edisi Jerman Barat vs Argentina itu. Namun, pada final 1986, taktiknya itu ternyata salah.

Franz Beckenbauer hanya punya Lothar Matthaeus yang dapat diandalkan mengawal Diego Maradona pada final Piala Dunia 1986.
thesun.co.uk

“Anda tak akan bisa menghentikan dia. Satu-satunya cara adalah man marking. Harus ada yang membayangi dia selama 90 menit. Pemain itu tak perlu melakukan apa pun, cukup mengganggu Maradona,” urai Beckenbauer. “Itulah yang saya lakukan di final Piala Dunia 1986.”

Der Kaiser menambahkan, “Maradona adalah playmaker yang dapat menentukan nasib Argentina sendirian. Pada final, saya ingin ada pemain yang dapat menghadapi dia. Saya hanya punya satu, yaitu Lothar Matthaeus!”

Taktik itu ternyata gagal. Argentina menang 3-2 atas Jerman Barat. Namun, menurut Beckenbauer, itu bukan karena Matthaeus gagal menjalankan tugasnya mengawal Maradona.

“Matthaeus mengawal dia dengan sangat baik. Maradona benar-benar tak tampil seperti biasanya. Namun, di lain sisi, Lothar juga tentu saja tak seefektif biasanya. Itu karena dia terikat pada tugas khususnya tersebut,” ujar Der Kaiser lagi.

Maradona Mati Kutu pada 1990

Takdir kembali mempertemukan Beckenbauer dengan Maradona pada final Piala Dunia 1990. Lagi-lagi, Der Kaiser menerapkan taktik yang sama dengan empat tahun sebelumnya. Namun, belajar dari kesalahan, dia tak mau mengorbankan pemain terbaiknya.

Pada final di Stadion Olimpico, Roma, Beckenbauer tak lagi menugasi Matthaeus mengawal Maradona sepanjang pertandingan. Tugas itu dibebankan kepada Guido Buchwald.

Diego Maradona mampu dimatikan Guido Buchwald pada final Piala Dunia 1990.
stuttgarter-nachrichten.de

“Buchwald sudah disiapkan untuk tugas itu. Boleh dibilang, dia ditakdirkan untuk melakukannya. Saya kembali menerapkan man marking dan Guido Buchwald melakukan tugasnya dengan sangat baik, tentu dengan bantuan pemain-pemain lain,” urai Der Kaiser mengurai kenangannya.

Meskipun demikian, Beckenbauer mengakui kesuksesan mematikan Maradona pada final bukan semata karena kehebatan Buchwald dan timnas Jerman. “Pada 1990, maradona sudah hampir berumur 30 tahun. Jadi, dia tentu saja tak lagi seefektif empat tahun sebelumnya,” ucap dia.

Kini, El Diez sudah meninggal dunia. Franz Beckenbauer pun merasa sangat sedih. “Ini sungguh menyedihkan. Dia itu seorang pesepak bola yang diberkati bakat luar biasa,” ujar Der Kaiser.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More