Gagal Kunci Scudetto, Ini Alasan Maurizio Sarri

Football5Star.com, Indonesia – Juventus gagal mengunci gelar Scudetto pada laga melawan Udinese yang berakhir dengan kekalahan 2-1, Jumat (24/7/20). Pelatih Juve, Maurizio Sarri mengatakan bahwa timnya kehilangan organisasi.

Juventus unggul lebih dahulu lewat Matthijs de Ligt pada babak pertama. Tapi Ilija Nestoroveski dan Seko Fofana berhasil membalikkan keadaan. Dengan hasil ini, Atalanta yang berada di posisi kedua berjarak 6 poin masih bisa mengejar Juventus dengan menyisakan 3 laga.

“Itulah yang terjadi akhir-akhir ini, kami kehilangan organisasi dan bentuk. Kami bermain baik di babak pertama, mereka menyamakan kedudukan dan kami sangat ingin menang, yang mana itu mengapa kami mulai tak terorganisir,” ucap Sarri seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports Italia.

Maurizio Sarri mengagumi kemampuan Cristiano Ronaldo memulihkan kondisi dari laga ke laga.
tuttomercatoweb

Mantan pelatih Napoli itu melanjutkan, “keinginan kami ingin menang itu yang membuat pendekatan kami lebih berbahaya dan kami kebobolan pada menit-93 karena kami sangat ingin menang.”

Sarri berkata bahwa para pemainnya kelelahan dan kurang agresif. Pelatih berusia 61 tahun itu juga mengingatkan para pemainnya untuk belajar dari kekalahan ini.

“Sangat sulit untuk menemukan keseimbangan saat ini, semua orang di semua tim kelelahan. Kami juga kurang agresif karena itu, tapi saya percaya organisasi lebih penting daripada agresivitas saat ini. Ini lebih mengarah kekelelahan secara mental daripada fisik. Pertandingan sangat aneh setelah lockdown. Kami harus belajar dari pertandingan ini,” kata Maurizio Sarri.

Juventus tetap bisa juara andai Atalanta berhasil dikalahkan oleh AC Milan Sabtu dini hari (25/7/20) dan Inter gagal menang melawan Genoa, Minggu (26/7/20).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More