Gaji Pemain dari Klub-Klub Liga 1 atau Liga 2 Dilarang di Bawah UMR

Football5Star.com, Indonesia – Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, mengingatkan kalau gaji pemain klub-klub Liga 1 atau Liga 2 dilarang di bawah Upah Minimum Regional (UPR). Meski memang Iriawan menyebut kalau klub-klub akan menyesuaikan kontrak saat kompetisi dilanjutkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mochamad Iriawan resmi mengeluarkan Surat Keputusan (SK) bernomor SKEP/53/VI/2020 terkait kompetisi yang akan dilanjutkan pada bulan Oktober mendatang. Dalam keterangannya kepada wartawan, Iriawan menyebut kalau ada beberapa aturan baru soal gaji.

Liga 1 nantinya boleh kembali melakukan renegosiasi pemainnya sebesar 50 perssen saja. Sedang Liga 2 sebanyak 60 persen. Tapi intinya, pria yang karib disapa Iwan Bule itu gaji pemain dari klub-klub Liga 1 atau Liga 2 dilarang di bawah UMR.

Pemotongan Gaji 75 Persen Bikin Galau Pemain Asing Liga 1 2020
Jubi

“Akan diskusi lagi nanti dengan pemilik klub ke pemain dan pelatih. Tapi tidak sama dengan sebelumnya. Sebelumya itu, kan 25 persen untuk sekarang itu Liga 1 ada di kisaran 50 persen, Liga 2 sampai 60 persen dari total nilai kontrak,” ungkap Iwan Bule kepada wartawan.

“Pokoknya sekurang-kurangnya itu sesuai dengan upah minimum regional yang berlaku di masing-masing domisili klub dan akan diberlakukan pada satu bulan sebelum kompetisi dan sampai berakhi kompetisi,” sambung dia.

Beberapa klub memang sudah ancang-ancang melakukan renegosiasi kontrak kepada pelatih dan pemainnya. Arema FC contohnya yang sudah menghubungi seluruh skuatnya meski pembicaraannya masih secara informal.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More