Gelar Juara Johan Cruijff Schaal Jadi Pembuka Musim Feyenoord

Football5star.com, Indonesia – Feyenoord Rotterdam membuka musim baru dengan merebut gelar Johan Cruijff Schaal alias Piala Super Belanda. Sukses diraih usai menaklukkan Vitesse Arnhem lewat drama adu penalti 4-2 (1-1) di Stadion De Kuip, Sabtu (5/8).

“Saya sangat gembira dengan gelar ini, gelar ketiga dalam 15 bulan terakhir,” kata pelatih Giovanni van Bronckhorst, seperti dilansir dari situs resmi klub.

Keberhasilan meraih trofi pada pertandingan ini juga menebalkan optimisme Feyenoord menyambut musim baru.

“Kami masih harus membuat beberapa langah lagi. Namun, lebih baik ketika langkah itu ada ukurannya (dengan trofi),” tutur pelatih berdarah Ambon itu.

Bermain di kandang sendiri, Feyenoord langsung menyengat sejak awal laga. Pertandingan baru berumur tujuh menit, anak asuh Giovanni van Bronckhorst itu langsung membuka skor.

Jens Toornstra menyambar bola hasil assist Jean-Paul Boetius dengan tendangan voli yang sukses mengoyak gawang Vitesse kawalan kiper Remko Pasveer. Gol itu membuat Vitesse tersentak dan mencoba bangkit.

Namun, Feyenoord tampil begitu perkasa pada babak pertama dengan penguasaan bola hingga 59 persen sampai laga berjalan setengah jam. Upaya Tim Matavz dan kawan-kawan untuk menjebol gawang Feyenoord pun menemui kebuntuan sampai babak pertama tuntas.

Memasuki paruh kedua pertandingan, Feyenoord kembali mengambil insiatif menyerang. Sepuluh menit setelah peluit tanda babak kedua dimulai, Feyenoord langsung menciptakan gol kedua. Namun, kali ini gol dari Nicolai Joergensen dianulir wasit Danny Makkelie karena lebih dahulu berada di posisi offside.

Nasib sial Feyenoord berlanjut saat wasit memberi hadiah penalti untuk Vitesse menyusul pelanggaran Karim El Ahmadi terhadap Matavz pada menit ke-58. Alexander Buettner yang dipercaya sebagai algojo sukses menunaikan tugas untuk menyamakan skor menjadi 1-1.

Gol itu membuat duel kedua tim semakin sengit. Feyenoord tak lagi mendominasi permainan. Sampai satu jam berjalan, kedua tim berbagi penguasaan bola 50 persen. Namun, upaya kedua tim untuk mencetak gol kemenangan gagal terlaksana sampai waktu normal berakhir.

Skor 1-1 sampai 90 menit plus injury time membuat laga dilanjutkan melalui babak adu penalti. Keberuntungan akhirnya kembali menghampiri Feyenoord. Empat eksekutor mereka tak ada yang gagal menunaikan tugas. Sementara dari kubu Vitesse, penalti Matavz dan Milot Rashica gagal menjadi gol. Alhasil, Feyenoord menang 4-2 dalam drama adu penalti.

Bagi Feyenoord, ini menjadi gelar ketiga di pentas Johan Cruijff Schaal setelah sebelumnya pada 1991 dan 1999. PSV Eindhoven menjadi pengoleksi gelar terbanyak dengan 11 kali juara, disusul Ajax dengan 8 kali.

Susunan Pemain

Feyenoord (4-3-3): 25-Bradley Jones; 17-Kevin Diks (Sofyan Amrabat 77′), 33-Eric Fernando Botteghin, 6-Jan-Arie van der Heijden, 5-Ridgeciano Haps; 8-Karim El Ahmadi, 28-Jens Toornstra, 10-Tonny Vilhena; 19-Steven Berghuis (Bilal Basacikoglu 74′), 9-Nicolai Joergensen, 7-Jean-Paul Boetius
Pelatih: Giovanni van Bronckhorst

Vitesse (4-3-3): 22-Remko Pasveer; 2-Fankaty Dabo, 6-Arnold Kruiswijk, 37-Guram Kashia, 28-Alexander Buettner (Lassana Faye 87′); 25-Navarone Foor, 17-Thulani Serero, 10-Thomas Bruns (Charlie Colkett 77′); 7-Milot Rashica, 9-Tim Matavz, 11-Bryan Linssen
Pelatih: Henk Fraser

Kartu Kuning: Kevin Diks, Karim El Ahmadi (Feyenoord), Bryan Linssen, Thomas Bruns (Vitesse)
Kartu Merah:
Wasit: Danny Makkelie

Comments
Loading...