LEGENDA: George Best dan Alkohol yang Merusak Kariernya

Football5star.com, Indonesia – Selain harta, tahta, dan wanita, bagi George Best ada satu lagi yang membahayakan, yakni alkohol. Best begitu kecanduan alkohol dan nyatanya, kebiasaan buruk itulah yang membuat dia meregang nyawa.

Kisah Best seakan membuat kita kembali mengingat pesan dari salah satu pedangdut kondang, H. Rhoma Irama. Secara keras ia melarang siapa pun untuk mengonsumsi minuman keras. Lewat lagu berjudul “Mirasantika”, ayahanda dari Ridho Roma ini menitipkan pesan: Dulu aku memang menyukaimu, namun setelah aku tahu kau merusak jiwaku, aku tak mau lagi mendekatimu.

Minuman keras atau alkohol pada awalnya memang mampu membuat siapa pun yang meneguknya merasakan kebebasan. Namun, alkohol pula menjadi awal dari kerusakan organ vital di dalam tubuh. Eits, ini bukan penulis yang menjelaskan, melainkan Rhoma Irama dalam lagunya.

Dari Rugby ke Sepak Bola

Lahir di Belfast pada 22 Mei 1946, sebelum bermain sepak bola, Best kecil lebih dulu menggeluti dunia olahraga rugby. Bukan tanpa alasan, ia memutuskan untuk bermain rugby karena pendidikan. Sesaat setelah ia memutuskan pindah sekolah, ia lebih aktif bermain rugby ketimbang sepak bola yang ia gemari. Sekolah yang memberikannya beasiswa, hanya menyediakan rugby, bukan sepak bola.

Meski begitu, dilansir dari situs resmi George Best, sang ibu, Anne, menyebut bahwa Best kecil tak bisa lepas dari sepak bola.  Anne menyebut, “George dan bola sepak selalu bersama.” Kecintaannya dengan sepak bola membuat ia sering membolos sekolah dan membuat kedua orang tuanya kebingungan.

Mereka memutuskan untuk memasukkan Best ke Lisnasharragh Secondary membuat ia bisa bereuni kembali dengan rekan-rekannya. Satu hal lagi, ia bisa kembali bisa memainkan sepak bola, olahraga yang begitu ia gemari.

Telegram yang Menjadi Awal Karier Best di Manchester United

Bakat Best terendus Manchester United saat ia masih berusia 15 tahun. Bob Bishop, salah satu talent scout Manchester United mengirimkan Telegram kepada Matt Busby, pelatih Manchester United dan menyebut bahwa: “Saya telah menemukan salah satu pemain genius”. Best pun ditawari untuk mengikuti uji coba dan direkrut oleh Manchester United lewat Kepala Pemandu Bakat, Joe Amstrong pada 1961.

Karier gemilang Best awalnya tak berjalan mulus. 24 jam setelah datang di Old Trafford, Best memutuskan untuk kembali ke rumah di Belfast. Sang Ayah menghubungi Matt Busby lewat telepon dan meminta Best dikirim pulang lantaran ia rindu pulang ke rumah. Percakapan lewat telepon tersebut memutuskan Best pulang dalam tempo waktu dua minggu.

Pada 14 September 1963 ia menjalani debut profesional bersama Manchester United saat masih berusia 17 tahun dan berposisi sebagai penyerang sayap. Tiga bulan setelahnya, ia mencetak gol pertama dalam karier sepak bola profesionalnya.

Ada kisah unik sebelum ia mencetak gol perdana. Saat itu, berada di Belfast karena sekali lagi tidak betah jauh dari rumah. Pihak Manchester United memintanya untuk kembali ke Inggris. Best menyanggupi permintaan tersebut engan satu syarat: ia diizinkan pulang ke Belfast setelah pertandingan usai.

Nyatanya, di pertandingan melawan Burnley itu, ia mencetak gol yang menjadi penanda awal mula munculnya bintang baru di Manchester United. Sepanjang musim 1963/1964, Best bermain sebanyak 26 kali dan menceploskan enam gol untuk Manchester United.

Nama Best semakin melejit ketika ia mencetak dua gol ke gawang Benfica dalam babak perempat final Piala Eropa pada 6 Maret 1966. Media di Portugal memberikan julukan, “O Quinto Beatle” atau anggota kelima The Beatle karena kelebihannya.

Kolaborasinya di lini depan bersama Denis Law dan Bobby Charlton membuat media memberikan julukan “Holy Trinity”. Julukan itu tak lepas dari keberhasilan ketiga pemain itu membawa Manchester United menjadi klub Inggris pertama yang menjuarai Piala Eropa pada tahun 1968.

Total, ia bermain sebanyak 470 kali dan mencetak 179 gol untuk Manchester United dari tahun 1963 hingga 1974. Setelahnya, ia pindah ke banyak klub dan tak lagi bersinar seperti saat masih bermain di Manchester United.

Kehidupan Malam dan Alhokol yang Membunuh Best

Bukan sebuah kisah yang aneh ketika pesepak bola hebat begitu dekat dengan kehidupan malam nan glamor. Salah satu pemain yang mengalaminya adalah George Best. Dengan paras yang tampan bak pangeran, kemampuan olah bola yang aduhai, Best menjadi sosok yang dipuja.

Ia mulai mendekati alkohol dan membangun klub malam di Manchester. Best memberi nama klub malam miliknya dengan Slack Alice yang berada di kota Manchester yang ia dirikan pada tahun 1973.

Suatu saat, Best bermain di klub Hibernian. Saat melawan Rangers, ia mendapatkan tekanan dari pendukung lawan. Pendukung Rangers melempar botol yang berisi bir. Ia yang saat itu tengah mengambil sepak pojok bereaksi dengan mengambil botol bir tersebut dan meminumnya. Tekanan dan cemoohan dari pendukung lawan berhenti dan digantikan dengan tertawa.

Pada 1981, ia pernah mencuri sebuah tas milik seorang wanita di sebuah bar di Amerika Serikat. “Kami sedang duduk di sebuah bar di pantai. Ketika dia bangun untuk pergi ke toilet, aku membungkuk dan mengambil semua uang yang dia miliki di tasnya.” Dua tahun setelahnya ia pensiun di Bournemouth.

Kecanduan alkohol yang parah membuat kondisi hati Best rusak parah. Maret 2000, ia didiagnosis kondisi hatinya hanya berfungsi 20%. Agustus 2002, ia menjalani operasi transplantasi hati di London. Sempat memberi harapan, nyatanya ini tak memberi hasil maksimal lantaran Best yang belum sepenuhnya lepas dari alkohol.

Pada 1 Oktober 2005, George memasuki rumah sakit Cromwell di London dengan gejala yang awalnya mirip dengan penyakit flu biasa. Kondisinya semakin memburuk setelahnya. Ia tak bisa lagi melawan penyakit yang ia derita dan menyerah pada 25 November 2005. Dengan ditemani oleh seluruh keluarga dan teman terdekat, ia menyerah.

Beberapa bulan menjelang ajalnya, Best memiliki keinginan mulia. Ia mengumpulkan dana untuk penelitian mengenai kecanduan alkohol. Ia tak bisa lepas dari alkohol, namun ia bertekad untuk sekuat tenaga mencegah orang-orang tak seperti dirinya yang kecanduan alkohol. Ia berkata, “Ini adalah salah satu cara untuk mengucapkan terima kasih kepada semua orang.”

Comments
Loading...