Gerard Deulofeu, Anak Emas Catalan yang Terbuang

Football5star.com, Indonesia – 2 gol Gerard Deulofeu mengantarkan Watford ke babak final Piala FA. Anak emas Catalan ini membuat Wolves tertunduk lesu.

Bermain di Vicarage Road, Watford sempat tertinggal lebih dahulu saat Matt Doherty di menit ke-36 merobek gawang Heurelho Gomes. Watford makin tertekan saat Raul Jimenez di menit ke-62 menggandakan keunggulan Wolves.

4 menit setelah gol kedua Wolves, Javi Garcia mengganti Will Hughes dengan Deulofeu untuk menambah daya dobrak Watford. Keputusan cerdas, pasalnya baru beberapa menit menyentuh bola atau tepatnya di menit ke-79, tendangan chip dari Deulofeu dalam kotak penalti memperkecil keunggulan Wolves.

Setelah penalti Troy Deeney di menit akhir pertandingan membuat skor kembali imbang 2-2, Deulofeu keluar jadi pahlawan.

Sepakan mendatarnya di menit ke-104 merobek gawang John Ruddy. 3-2 jadi hasil akhir di papan skor sekaligus mengantarkan Watford menantang Manchester City di partai puncak Piala FA.

Supersub

Sebagai pemain pengganti aksi Deulofeu memang menghidupkan permainan Watford saat menghadapi Wolves.

Catatan statistik football5star.com yang dikutip dari whoscored menyebutkan bahwa eks pemain AC Milan itu memiliki akurasi umpan mencapai 77 %, dengan melepaskan sepakan hampir 15 kali ke arah gawang Ruddy.

Sosok Deulofeu memang cukup unik sebagai seorang winger. Ia dianggap pemain buangan Catalan 8 tahun menimba ilmu di La Masia.

Terombang-ambing sebagai pemain pinjaman

Sempat dipromosikan ke Barcelona B pada 2011 dan mencetak 27 gol dari 68 caps hingga 2013, Deulofeu hanya dimainkan 2 kali di tim senior Barcelona.

Melimpahnya stok pemain depan Barcelona, hingga soal ketergantungan Blaugrana terhadap Lionel Messi jadi penyebab Deulofeu terbuang.

Meski sempat digadang-gadang bakal jadi pengganti sosok Neymar saat striker Brasil itu hengkang ke PSG, Barcelona tetap enggan memberi banyak kesempatan kepada Deulofeu. Kondisi ini yang membuatnya kapok untuk kembali ke Camp Nou.

Saat Neymar hengkang ke PSG pada 2017 lalu, status Deulofeu adalah pemain Barcelona setelah klub Catalan itu membelinya dari Everton, klub yang pada 2015 membeli Deulofeu sebesar 4,2 juta poundsterling.

Padahal saat Deulofeu angkat koper ke Everton, legenda Barcelona, Jordi Cruyff mengaku cukup kaget karena ia adalah tipikal pemain yang memiliki gaya dan karakter permainan tim Catalan.

Gerard Deulofeu, Anak Emas Catalan yang Terbuang
The Sun

“Mendatangkan Deulofeu adalah langkah yang sangat luar biasa. Anda harus memahami bahwa dia adalah salah satu pemain dengan talenta besar di Barcelona dan La Liga.” kata Cruyff.

Saat masih berstatus pemain Everton dengan status permanen, klub asal kota Liverpool itu juga tak memaksimalkan peran Deulofeu. Ia malah sempat dipinjamkan ke AC Milan pada pertengahan 2017.

Karakteristik permainan Gerard Deulofeu

Jika kita perhatikan dua gol Watford ke gawang Wolves di laga tadi malam, kita akan bisa memberi kesimpulan bahwa Deulofeu ialah sosok winger yang seharusnya bisa berkarier di klub besar Eropa.

Gaya permainan Deulofeu hampir sama dengan Lionel Messi yang acapkali melakukan cutting inside setelah menyisir dari sektor sayap kanan. Keunggulan ini yang membuat pelatih akan memiliki opsi lain saat striker sulit merobek gawang lawan.

Javi Garcia paham itu saat Watford tertinggal dua gol. Duet Andre Gray dan Troy Deeney sulit untuk menembus pertahanan rapat Wolves.

“Kami tahu sebelum pertandingan dimulai, Gerard akan menjadi penting selama pertandingan. Saya tahu dengan lebih banyak ruang ia akan lebih leluasa berkembang” kata Javi Garcia.

Kecepatan berlari dengan atau tanpa bola membuat Gerard Deulofeu memiliki nilai plus saat tim yang dibelanya tengah berusaha mencetak gol.

Catatan dari outsideoftheboot.com memaparkan bahwa Deulofeu juga memiliki kontrol bola yang sangat baik dan mampu memaksimalkan ruang sempit (gol ke gawang Wolves jadi bukti).

Kelemahan Deulofeu

Gerard Deulofeu, Anak Emas Catalan yang Terbuang
marca

Kelemahan pemain ini ialah soal fisik serta kemampuannya dalam melakukan intercept jadi penghambat kariernya. Ia dianggap terlalu rapuh saat berduel di lini tengah.

Selain itu, saat kehilangan bola di lini tengah, ia tak mampu melakukan tekel atau sapuan bola. Dan yang paling jadi sorotan soal kelemahan pemain ini ialah mentalnya.

Beberapa kali saat diberi tekanan untuk jadi penggendor dan pembuka ruang saat timnya tertinggal, Deulofeu gagal mengemban tugas itu.

Pep Guardiola saat tukangi Barcelona sangat paham kekurangan itu dan memilih untuk tak pernah memberi kesempatan lebih kepada pemain yang telah mencetak 1 gol untuk timnas Spanyol.

Sejumlah pengamat di Spanyol memberikan analisis bahwa karier Gerard Deulofeu memang belum pernah dan tak akan siap untuk membela Barcelona atau tim besar lainnya.

Ia seperti ditakdirkan bakal menjadi pemain hebat di klub menengah seperti Andres D’Alessandro saat berkarier di Eropa.

Comments
Loading...