Gerard Houllier Cium Konspirasi di Ligue 1 untuk Eliminasi Lyon

Football5Star.com, Indonesia – Sebuah pernyataan keras dibuat mantan pelatih timnas Prancis, Gerard Houllier. Dia menyebut penghentian kompetisi Ligue 1 berbau konspirasi, terutama terhadap Olympique Lyon yang akhirnya tak lolos ke pentas Eropa.

Pihak Ligue de Football Professionnel (LFP) secara resmi menyatakan Ligue 1 musim 2019-20 tak dapat diselesaikan atas pertimbangan dari pemerintan Prancis. Selanjutnya, diputuskan wakil-wakil ke Eropa dan tim yang terdegradasi dengan penghitungan rata-rata poin per laga.

Hal itu membuat Gerard Houllier kecewa. Dia mencium ada konspirasi di balik putusan yang merugikan Olympique Lyon. Untuk kali pertama sejak 1995-96, Les Gones tak akan berlaga di kancah antarklub Eropa. Secara spesifik, dia mengarahkan telunjuknya ke arah Paris Saint-Germain dan Olympique Marseille.

Paris Saint-Germain dan Olympique Marseille dituding bersekongkol untuk hentikan Ligue 1 2019-20.
psgtalk.com

“Ada poros antara OM dan PSG dan telak sekali. Ada aliansi yang dibuat dengan kesepakatan antarkawan. Ini adalah sebuah plot dengan rencana utamanya adalah mengeliminasi Lyon,” ujar Gerard Houllier kepada OLTV seperti dikutip Football5Star.com dari Daily Mail.

Lebih jauh, Houllier menuding pemerintah Prancis terlibat dalam konspirasi tersebut. “Saya mengikuti semua konferensi pers (Presiden) Emmanuel Macron dan (Perdana Menteri) Edouard Philippe. Tak sekali pun mereka bicara soal olahraga,” kata dia.

Pria yang menangani Olympique Lyon pada 2005-06 hingga 2006-07 itu menambahkan, “Tiba-tiba saja, pada akhirnya, dikatakan bahwa Ligue 1 tak akan dapat dilanjutkan. Itu kali pertama mereka bicara soal olahraga. Saya menilai itu aneh dan sangat tak adil.”

Dalam pandangan Houllier, penghentian kompetisi yang diiringi penentuan juara dan tim yang terdegradasi sangatlah menggelikan. Dia menilai, seharusnya semuanya dianulir secara total.

“Kompetisi tidak berhenti pada pekan ke-3, 19 atau 28. Kami harus terus hingga akhir. Jikapun tidak, kami seharusnya menyatakan kompetisi dianulir,” urai Gerard Houllier lagi.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More