Ketika Sepak Bola Menjadi Agama dan Diego Maradona Tuhannya

Football5star.com Indonesia – Bagi sebagian orang di Argentina, tak ada yang lebih agung dibanding Diego Maradona. Bagi mereka, Maradona adalah Tuhan dari sebuah agama bernama sepak bola. Tanyakan hal itu kepada para jemaah Iglesia Maradoniana atau Gereja Maradona.

Mereka mungkin tidak sepenuhnya sepakat dengan klaim bahwa Diego Maradona adalah salah satu pesepak bola terbaik dunia. Bagi mereka, Maradona adalah Tuhannya sepak bola.

Diego Maradona vs Brasil Socrates - interleaning
Interleaning

Keyakinan itu yang melatari dua penyiar radio sepak bola, Alejandro Veron, Hernan Amez, Hector Campomar, mendirikan Gereja Maradona pada 1998 silam di Rosario, Argentina. Kecintaan mereka terhadap pria yang baru saja wafat dalam usia 60 tahun itu memang luar biasa. Bahkan, terkesan gila bagi sebagian orang.

“Ratusan ribu penggemar Maradona di seluruh dunia bisa bergabung di gereja ini. Sepak bola adalah agamanya, dan Maradona Tuhannya,” klaim para pemuja Diego Maradona tersebut.

Iglesia Maradoniana Gereja Maradona Diego Maradona - futbolred
futbolred

Bahkan, layaknya agama yang paling banyak dianut di Argentina, Katolik Roma, Gereja Maradona pun memiliki kitab suci serta 10 Perintah Tuhannya sendiri (10 Commandments). 10 Perintah itu yang jadi landasan para jemaah dalam menjalani kehidupan dan segala aktivitas pemujaan terhadap Diego Maradona.

10 Commandments atau 10 Perintah Tuhan di Gereja Maradona
  • Bola tidak pernah kotor.
  • Cintai sepak bola di atas segalanya.
  • Nyatakan cinta tanpa syarat untuk Diego dan keindahan sepak bola.
  • Membela seragam Argentina.
  • Sebarkan berita tentang keajaiban Diego ke seluruh alam semesta.
  • Hormati kuil tempat dia bermain dan seragam sucinya.
  • Jangan menyatakan Diego sebagai anggota tim mana pun.
  • Khotbahkan dan sebarkan prinsip-prinsip Gereja Maradona.
  • Jadikan Diego nama tengah Anda dan beri nama putra pertama Anda Diego.
  • Jangan hidup terasing dari kenyataan dan jangan sia-sia.

Fakta keberadaan Iglesia Maradoniana memang masih dianggap sebagai lelucon bagi banyak orang di dunia. Namun, tidak untuk para jemaahnya. Bahkan, pernah juga seorang anggota gereja, Walter Retundo, membawa dua putri kembarnya berusia 5 tahun, Mara dan Dona, untuk dibaptis di gereja.

Diego Maradona Gereja Maradona 1 - twitter @thabiso_dlamini
Twitter @thabiso_dlamini

Kekuatan media sosial menjadi senjata bagi dua pendiri Iglesia Maradoniana, Alejandro Veron dan Hernan Amez, untuk mengajak calon anggota baru. “Semakin tak terkendali,” bilang Veron mengenai kian derasnya gelombang masuk para umat Maradoniana. Bahkan, hanya kurun 22 tahun sejak didirikan, pengikut Gereja Maradona diyakini sudah sekitar 120.000 hingga 200.000 yang terdaftar dari 130 negara.

Dalam keyakinan Iglesia Maradoniana, ada dua hari besar yang rutin dirayakan para umat. Setiap 30 Oktober diibaratkan sebagai Hari Natal karena bertepatan dengan kelahiran “Sang Tuhan” pada 60 tahun silam. Sementara ketika Maradona mencetak dua gol ke gawang Inggris pada Piala Dunia 1986, itulah Hari Paskah bagi mereka.

Iglesia Maradoniana Gereja Maradona Diego Maradona - IG @maradoniana
IG @maradoniana

“Realitas gereja (Maradona), berbeda dengan apa yang dipikirkan mayoritas, adalah bahwa itu bukanlah sebuah bangunan. Gereja adalah orang-orangnya, mereka yang setia kepada Maradona,” kata pendiri Amez kepada ESPN pada 2018.

“Agama kami adalah sepak bola dan, seperti semua agama, pasti memiliki tuhan,” kata Alejandro Veron kepada The Guardian pada 2008.

Jasad “Sang Tuhan” Telah Tiada, Keajaibannya Abadi

Dengan fanatisme yang terkesan “gila” itu, tak heran ketika pada 25 November 2020, Diego Maradona dikabarkan wafat, awan hitam menyelimuti mereka. Inilah hari tergelap dalam perjalanan spiritual para jemaah Gereja Maradona.

Gereja Maradona meminta para pengikutnya untuk berkumpul pukul 18.00 (2100 GMT) di Obelisk, untuk memberikan penghormatan kepada Maradona, seperti yang dilansir dari France 24 pada Kamis (26/11/2020). Obelisk dikenal sebagai tempat berkumpul di pusat Buenos Aires untuk perayaan sepak bola.

2Diego Maradona Wafat, Suasana Haru Biru Selimuti Masyarakat Argentina3

Lalu, apakah Gereja Maradona juga akan lenyap seiring wafatnya “Sang Tuhan”? Sepertinya tidak. Tokoh politik asal Inggris Raya, Sir Winston Churchill, pernah berkata: “Fanatisme tidak akan bisa mengubah pola pikir dan tidak akan mengubah haluannya dalam kondisi apapun”.

Artinya, para pemuja Diego Maradona tentu yakin, meski jasad “Sang Tuhan” sudah tak ada, keajaibannya akan tetap abadi.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More