Giliran Manchester City Jalani Investigasi Terkait FFP

Football5star.com, Indonesia – Bursa transfer pada musim panas ini diwarnai banyak belanja gila-gilaan. Tidak pelak, hal ini memunculkan kecurigaan terjadinya pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Sebuah kampanye anti ketimpangan finansial yang digalakkan UEFA beberapa tahun terakhir.

Dua klub yang menjadi sorotan ialah Paris Saint Germain (PSG), dan Manchester City. Keduanya total menghabiskan dana lebih dari 400 juta pounds untuk belanja pemain selama jendela transfer dibuka.

City mengeluarkan 215 juta pounds untuk mendatangkan beberapa pemain di antaranya Ederson (Benfica), Anderson Silva dan Benjamin Mendy (AS Monaco), dan Kyle Walker (Tottenham Hotspur). Jumlah tersebut merupakan yang terbesar dikeluarkan klub Eropa sepanjang sejarah.

Reaksi keras datang dari Presiden La Liga, Javier Tebas. Pria berusia 55 tahun tersebut menganggap apa yang dilakukan oleh PSG dan City sangat tidak bisa dibenarkan.

“Pendanaan yang didukung sebuah negara sangat merusak kompetisi Eropa. Hal ini akan menyebabkan kekacauan keuangan dan inflasi yang sangat sulit untuk diperbaiki. Ini sangat mencederai industri sepak bola,” kata Tebas.

Sebelumnya, UEFA telah melakukan investigasi terhadap PSG yang diduga melanggar. Kini, giliran Manchester City yang berpeluang mengalami hal serupa.

Untuk menindaklanjuti kecurigaan ini, La Liga telah mengirim surat secara resmi kepada UEFA untuk memeriksa City. Klub milik Abu Dhabi Group tersebut diduga melakukan pelanggaran FFP, mengingat besarnya belanja yang mereka keluarkan.

“Keuntungan yang didapat dari sponsor sangat mustahil bisa menutupi biaya belanja klub,” tulis surat resmi La Liga.

“La Liga meminta UEFA untuk melakukan hal sama seperti yang dilakukan terhadap Paris Saint Germain, juga berlaku untuk Manchester City,” lanjut isi surat tersebut.

Comments
Loading...