Goetze Menurun Drastis Selepas Final Piala Dunia

Mario Goetze adalah pahlawan Jerman di final Piala Dunia 2014 silam. Sayang, setelah itu, performa Goetze terlihat biasa-biasa dan cenderung menurun tajam.

Goetze mencetak satu-satunya gol di partai final melawan Argentina Juli lalu di babak extra-time, setelah masuk sebagai pemain pengganti. Goetze pun dielu-elukan karena dia berhasil menuntaskan puasa 24 tahun gelar juara dunia Jerman.

Namun, Goetze tak pernah bisa kembali lagi seperti Goetze saat final Piala Dunia atau kala masih bermain di Borussia Dortmund. Goetze justru kesulitan untuk menunjukkan performa terbaiknya sejak berseragam Bayern Munich.

Bahkan dia lebih sering berada di ruang perawatan karena cedera, termasuk musim ini saat harus absen empat bulan usai menjalani pemulihan cedera pangkal pahanya. Setelah pulih, Goetze baru bermain 54 menit.

Wajar jika masa depannya kemudian dispekulasikan setelah Liverpool yang kini diasuh Juergen Klopp dikabarkan tertarik mendatangkan Goetze.

“Secara keseluruhan, Anda tidak seharusnya membesar-besarkan pemain hanya berdasarkan satu penampilan. Mario Goetze masuk sebagai pemain pengganti di final Piala Dunia dan membuat gol. Tidak lebih dari itu,” ujar eks pelatih Bayern Felix Magath seperti dikutip Soccerway.

“Sejak pindah ke Bayern Munich, dia tidak memainkan peran seperti di Dortmund. Pantas diperdebatkan apakah dia memang tidak tergantikan di tim nasional,” sambungnya.

“Akan sangat menarik melihat apa yang (pelatih baru Bayern) Carlo Ancelotti rencanakan untuknya.”

“Mario-lah yang menentukan nasibnya, karena persaingan untuk posisinya di Bayern sangatlah ketat,” tutup Magath.

Goetze sudah tampil 105 kali sejak gabung Bayern tahun 2013 dengan torehan 34 gol dan 22 assist.

Comments
Loading...