LEGENDA: Gordon Banks dan Penyelamatan Melawan Gravitasi

Football5star.com, Indonesia – Bagi sebagian orang, nama Gordon Banks mungkin masih asing di telinga. Kisah mantan penjaga gawang tim nasional (timnas) Inggris ini tak lebih heroik apabila dibandingkan dengan Dino Zoff. Namun, bagi warga Inggris, Banks adalah pemain yang sulit dilupakan.

Gordon Banks merupakan penjaga gawang yang telah mengantarkan timnas Inggris menjadi juara Piala Dunia 1966. Satu-satunya gelar kebanggaan publik Inggris.

Selain Piala Dunia, Banks juga dikenal karena aksi penyelamatan gemilang ketika mementahkan peluang 99% gol legenda sepak bola Brasil, Pele. Bagi sebagian orang, penyelamatan Banks adalah upaya melawan gravitasi. Berlebihan memang, namun jika diamati lebih jauh, penyelamatan tersebut sungguh luar biasa.

Dari Judi ke Dunia Sepak Bola
Gordon Banks dan Penyelamatan yang Melawan Gravitasi - Football5star - Channel 4
Channel 4

Judi juga menjadi salah satu faktor lain Banks dikenal banyak orang. Lahir di daerah Abbeydale, Sheffield, sang Ayah ternyata memiliki usaha judi ilegal. Judi ilegal yang didirikan sang Ayah membawa Banks pindah ke daerah lain, Catcliffe.

Judi membuat kehidupan Banks membaik, namun ada sisi buruk yang membuat Banks memilih putus sekolah. Saudara laki-lakinya meninggal tak lama setelah dipukuli perampok. Ia pun memilih bekerja untuk membantu perekonomian keluarga.

Karier sepak bola amatir Banks dimulai saat ia bermain untuk tim Millspaugh. Saat itu, kiper Millspaugh tak datang di hari pertandingan dan pelatihnya saat itu melihat Banks di bangku penonton. Sang pelatih sempat melihat Banks menjadi penjaga gawang kala ia masih duduk di bangku sekolah.

Saat bermain di Millspaugh, ia diamati oleh perwakilan tim Chesterfield dan ditawari untuk mengikuti trial selama enam pertandingan di tim junior pada 1953. Tampil apik selama trial, ia kemudian dikontrak sebagai pemain dan mendapatkan upah 3 pounds per pekan.

Pada tahun 1956, ia bermain di klub junior Chesterfield yang mampu menembus babak final FA Youth Cup. Ia takluk dari Manchester United yang saat itu diisi nama tenar seperti Bobby Charlton dan Wilfred McGuinness dengan skor 4-3. Banks menjalani debut profesional saat Chesterfield dilatih oleh Doug Livingstone pada 1958. Bermain sebanyak 25 kali, ia kemudian diboyong ke Leicester City pada 1959.

Piala Dunia 1966 dan Rekor yang Sulit Dilewati
Gordon Banks Timnas Inggris Piala Dunia 1966 - Interleaning
Gordon Banks (kuning) juara Piala Dunia 1966 (Interleaning)

Jika ada satu momen membahagiakan untuk publik Inggris, jawabannya adalah saat Piala Dunia 1966. Seperti yang sempat disinggung di paragraf-paragraf awal, Piala Dunia 1966 menjadi satu-satunya gelar yang bisa mereka banggakan.

Dalam momen membahagiakan tersebut, terselip satu nama: Gordon Banks. Tak hanya numpang nama, Banks adalah penjaga gawang yang mengawal gawang timnas Inggris. Tak sekali pun posisi Banks digantikan kiper lain yang saat itu diisi oleh Ron Springett dan Peter Bonetti.

Pada tiga pertandingan babak grup di Piala Dunia 1966, gawang Banks bersih tak kemasukan. Di laga perdana, mereka ditahan imbang Uruguay 0-0. Selanjutnya mereka menang melawan Meksiko dan Prancis dengan skor sama: 2-0. Inggris pun berhak lolos ke babak delapan besar.

Di babak delapan besar mereka menaklukkan Argentina dengan skor 1-0 berkat gol Geoff Hurst. Pertandingan menjadi lebih berat saat masuk ke semifinal. Mereka berhadapan dengan Portugal yang saat itu memiliki Eusebio. Nama itulah yang akhirnya membuat gawang Banks yang tak kemasukan di empat laga sebelumnya harus ternoda.

Berdasarkan buku Biografi Banksy: My Autobiography, disebutkan bahwa pelatih kiper Inggris saat itu, Harold Shepherdson lupa membawa permen karet yang bertujuan untuk membuat tangan Banks lebih lengket. Shepherdson pun berlari ke luar stadion demi sebuah permen karet.

Gawang Inggris akhirnya bobol oleh Eusebio lewat titik penalti. Itu menjadi gol pertama yang masuk ke gawang Banks setelah selama 721 menit, gawangnya bersih. Rekor 721 menit itu menjadi catatan tak kebobolan terlama dalam sejarah kiper timnas Inggris. Inggris pun lolos ke final setelah Bobby Charlton mencetak dua gol.

Di babak final, mereka ditunggu Jerman Barat. Gawang Gordon Banks dua kali kemasukan lewat gol di waktu normal. Pertandingan ini pun akhirnya dilanjutkan sampai ke babak perpanjangan. Hurst menjadi bintang dengan mencetak hat-trick dan membuat Inggris keluar sebagai kampiun.

Piala Dunia 1970 yang Melegenda Itu
Gordon Banks dan Penyelamatan yang Melawan Gravitasi - Football5star - FOX Sport Asia
FOX Sport Asia

Piala Dunia 1970 menjadi kisah heroik yang akan sulit dilupakan banyak orang. Di tahun ini lah salah satu penyelamatan terbaik yang dilakukan penjaga gawang terjadi.

Tingginya suhu udara di Meksiko membuat Banks kesulitan. Apalagi mereka datang ke Meksiko dengan membawa misi mempertahankan gelar juara yang mereka rebut empat tahun sebelumnya. Tergabung di Grup 3, Inggris harus bertemu dengan Brasil, Rumania, dan Republik Ceko. Di fase grup ini pula insiden heroik itu terjadi.

Inggris memulai Piala Dunia 1970 dengan sangat baik. Mereka menaklukkan Rumania denga skor 1-0. Tes yang sebenarnya terjadi di pertandingan kedua melawan Brasil yang di ujung turnamen menjadi juara.

Jairzinho, si sayap kanan lincah Brasil mengirimkan umpan silang akurat ke arah kotak penalti Inggris. Di sana telah ada Pele yang menyambutnya dengan sundulan yang tak hanya keras, namun juga akurat. Bola hasil sundulan Pele membentur ke tanah yang sudah pasti akan membuat penjaga gawang kesulitan menebak arah bola.

Banks dengan sigap terbang dan melakukan penyelamatan. Bola hasil sundulan Pele ia tepis ke atas gawang. Posisi bola yang 90 persen gol membuat Pele spontan berteriak, “Gol!”. Bola pun hanya berbuah tendangan sudut.

Pele dan Banks pun bertukar candaan sesaat setelah bola keluar. “Saya pikir bola akan masuk,” ujar Pele.

“Saya juga kira begitu,” ujar Banks. Pada November 2002, Banks bercerita mengenai dahsyatnya penyelamatan yang ia lakukan. Banks merasa penyelamatan yang ia lakukan itulah yang akan membuatnya dikenal. Padahal ia juga menjadi bagian Inggris ketika menjadi juara.

Comments
Loading...