Gunnar Nordahl: Dari Buruh Pabrik Bir hingga Jadi Legenda AC Milan

Football5star.com, Indonesia – Sebelum striker Swedia, Zlatan Ibrahimovic bikin kagum publik San Siro. Suporter AC Milan sudah lebih dahulu memiliki bintang pujaan yang juga berasal dari Swedia. Ia adalah Gunnar Nordahl.

Nordahl lahir di Hörnefors pada 19 Oktober 1921. Ia lahir dari keluarga tak mampu. Nordahl memiliki 9 saudara. Orang tuanya harus banting tulang agar kesepuluh anaknya bisa makan dan memiliki tempat untuk berteduh.

Bagi Nordahl kecil banyak hal mewah yang tak bisa ia rasakan, termasuk bermain sepak bola. Waktu kecil Nordahl banyak dihabiskan dengan membantu orang tuanya mencari nafkah, hal itu juga yang dilakukan para saudaranya.

90min

Bekerja membantu orang tua untuk bisa mendapatkan makan jadi hal sulit bagi Nordahl. Pasalnya sejak usia 8 tahun, ia sudah suka dengan sepak bola dan sering bermain di halaman belakang sekolahnya.

Namun untuk urusan perut, mau tak mau ia meninggalkan sepak bola untuk sementara. Di usia remaja, Nordhal bekerja menjadi buruh di pabrik bir di dekat kota kelahirannya. Berjam-jam ia menghabiskan waktunya untuk bekerja di pabrik tersebut.

Padahal di usianya yang semakin dewasa pertumbuhan fisik Nordhal membuatnya banyak dikagumi pemandu bakat sepak bola. Dia memiliki bahu dan kepala yang lebih besar dibanding dengan rekan-rekan seusianya.

Bekerja di pabrik bir ternyata tak menghalangi Nordahl untuk terus bermain sepak bola. Di waktu luangnya bekerja kasar di pabrik bir, ia tetap teratur berlatih dan bermain sepak bola. Tak heran di usianya ke-16 tahun, ia menjalani debut bersama tim lokal, Hornefors IF.

Bermain di Hornefors, ia jadi bintang lokal. Nordahl ialah mesin gol untuk tim ini. Dari 41 penampilan, ia mencetak 68 gol. Artinya rata-rata ia mencetak 1.6 gol per pertandingan. Torehan ini membuatnya ditarik Degerfors IF, tim yang bermain di level tertinggi Liga Swedia.

Meski saat itu ia sudah jadi pesepak bola, pemain di era Nordhal tidak seperti saat ini yang bergelimang uang. Tak heran jika pada 1944, Nordhal memutuskan untuk pindah ke IFK Norrköping. Alasannya klub ini juga memberikan pekerjaan pemadam kebarakan bagi Nordhal.

Legenda AC Milan

Pada 1949, pemain bernama lengkap Nils Gunnar Nordahl itu mendapat kontrak profesionalnya. Torehan 217 gol bersama tiga klub Swedia tentu saja membuat Milan begitu ingin mendapatkan jasa Nordhal.

Pindah ke AC Milan membuat namanya jadi pemain Swedia pertama yang bermain di kompetisi luar negeri. Sayangnya di awal kedatanganya, ia tak mendapat sambutan di San Siro. Publik San Siro saat itu masih menganggap Nordahl bukan siapa-siapa, ia hanya pemain dari negeri Antah Berantah.

acmilan.com

Kritik itu dibayar Nordahl dengan torehan gol. Tak butuh waktu lama untuk ia jadi mesin gol AC Milan. Ia mencetak 16 gol dalam 15 pertandingan debutnya sebagai pemain profesional. Bahkan mencetak gol di laga debutnya dan sekaligus memberikan kemenangan bagi Milan 3-2 melawan Pro Patria.

Kesuksesan Nordahl di musim perdananya bersama Rossoneri dikatakan sebagai pembelian terbaik Eropa saat itu. Hal ini membuat ia pun dikontrak selama 6 musim. Tak hanya kontrak, sang pemain pun mendapatkan julukan ‘Il Cannoniere’ (Sang Meriam) atau ‘Il Bistone’ (Si Bison).

Golnya di AC Milan terus bertambah di musim kedua. Ia mencetak 35 gol. Nordahl pun dinobatkan sebagai bomber terbaik Serie A saat itu. Yang menarik dari 35 gol di musim keduanya, 11 gol diantaranya dicetaknya lewat sepakan voli.

Butuh waktu lama untuk pemain AC Milan bisa merobohkan rekor 35 gol sama semusim yang ditorehkan Nordahl pada musim 1949-1950. Baru pada musim 2015-16, Gonzalo Higuain bisa melewati rekor tersebut dengan 36 gol.

Kehadiran Nordahl di Milan pada gilirannya mempengaruhi kebijakan klub tersebut dalam kebjkan transfer. Mereka pun mendatangkan dua rekannya yang berasal dari Swedia, yakni Nils Liedholm dan Gunnar Gren dan akhirnya sukses membentuk trio serang Gre-No-Li yang reputasinya sangat menakutkan di Serie A kala itu.

Trio Gre-No-Li

Nordahl bermain di Milan sampai 1956. Dalam 257 pertandingan Serie A dia mencetak 210 gol. Lima kali Nordahl meraih penghargaan capocannoniere, terbanyak di antara semua nama yang pernah menjadi top scorer Serie A.

Trio Swedia ini dikenal dengan nama Gre-No-Li, dan bersama-sama mempersembahkan gelar juara Serie A 1950/51 dan 1954/55.

“Satu hal yang kusadari begitu tiba di Italia adalah pergerakan di Swedia lebih terbuka, jadi aku memanfaatkannya untuk menemukan celah di antara para pemain bertahan,” ujar Nordahl seperti dikutip dari bbc.

wikipedia

Menurut Nordahl bermain bersama dua rekannya dari Swedia membuat dirinya banyak mencetak gol. Torehan golnya bersama AC Milan menurutnya atas andil Nils Liedholm dan Gunnar Gren

“Liedholm dan Gren selalu memberiku umpan terobosan yang sempurna, sehingga aku bisa mencetak banyak gol mudah.” ucap Nordahl.

Namun menurut rekannya, Gren bahwa ucapannya tersebut hanya bentuk merendah Nordahl. Menurut Gren, Nordahl memang striker yang memiliki naluri pembunuh di depan gawang lawan.

“Dia menyepak bola dengan begitu kuat, bahkan bisa mencetak gol dengan kaki kirinya. Dia mencetak gol sederhana dan spektakuler. Dia menyelinap ke posisi yang tidak diketahui ada oleh pemain-pemain lain. Dia salah satu pemain terbaik yang ada, dan menurutku salah satu pencetak gol terbaik.” kata Gren.

Pada 15 September 1995, Gunnar Nordahl yang pernah bermain di AS Roma pada 1956-1958 menghembuskan nafas terakhirnya di Alghero, Italia.

AC MilanGunnar NordahlLegendaLegenda InternasionalSerie A Italia