Guyonan Soal Virus Corona Buat Dele Alli Terancam Sanksi FA

Football5Star.com, Indonesia – Jelang guliran kembali Premier League setelah libur musim dingin, Tottenham Hotspur disergap kecemasan. Gelandang serang Dele Alli terancam sanksi FA gara-gara unggahan video yang berisi guyonan soal virus Corona.

Sabtu (8/2/2020), Dele Alli mengunggah video kontroversial di akun Snapchat miliknya. Dalam video itu, dia tengah berada di terminal keberangkatan sebuah bandar udara dengan caption “Corona apa, dengarkan dengan volume lebih besar”.

Gelandang timnas Inggris itu kemudian men-zoom kameranya ke arah seseorang yang sepertinya berasal dari Asia, lalu mengalihkannya ke botol pencuci tangan antiseptik. Dia menyertakan caption “Virus ini harus lebih cepat dari itu untuk menyergapku”.

Dele Alli terancam tak memperkuat Tottenham Hotspur gara-gara video guyonan soal virus Corona.
nu.nl

Video tersebut memunculkan kontroversi. Menyadari hal itu, Dele Alli pun segera mengunggah permohonan maaf di media sosial Weibo. “Aku ingin meminta maaf atas video yang kuunggah di Snapchat kemarin. Itu sama sekali tidak lucu. Aku segera menyadari itu dan menghapusnya,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari London Evening Standard.

Lebih jauh, Alli mengungkapkan, “Aku telah mengecewakan klub dan diriku sendiri. Aku tak ingin kalian berprasangka buruk kepadaku. Itu (wabah virus Corona) sesuatu yang seharusnya tak jadi bahan guyonan. Salam penuh kasih dan doa untuk semua orang di Cina.”

Meskipun sudah menyampaikan permintaan maaf, video itu tetap berbuntut panjang. FA dikabarkan telah meminta penjelasan dari pemain Tottenham Hotspur itu. Mereka menduga ada kemungkinan unsur rasialisme dalam video tersebut.

Bila terbukti melakukan pelecahan rasial, Dele Alli bisa mendapatkan denda berat dan larangan bertanding. Tahun lalu, Bernardo Silva dijatuhi sanksi FA berupa larangan tampil satu pertandingan dan denda 50.000 pounds gara-gara cuitan yang dinilai berbau pelecehan rasial terhadap rekannya, Benjamin Mendy. Meskipun Mendy tak mempermasalahkan, FA tetap menjatuhkan hukuman.