Hal Menarik Pada Tes Medis Pemain Anyar di Klub Eropa

Football5star.com, Indonesia – Jendela bursa transfer di awal tahun dan penutup musim menjadikan para pemain harus bersiap secara fisik demi bisa pindah ke klub anyar. Meski kesepakatan sudah tercapai antara agen dan klub, perpindahan pemain bisa saja gagal karena pemeriksaan medis.

Kasus George Boyd misalnya. Eks pemain Peterborough itu gagal pindah ke Nottingham Forest karena di tes medis ia memiliki masalah penglihatan. Parahnya lagi, Boyd sebelumnya jadi pemain pinjaman di Forest dan bermain sebanyak 300 laga.

Lalu ada kasus John Hartson. Ia bahkan sampai tiga kali melakukan tes medis di tiga klub berbeda yakni Glasgow Rangers, Tottenham Hotspur, dan Chartlon Athletic hanya untuk membuktikan dirinya cukup bugar untuk bermain.

Tes medis ialah hal penting yang harus dilakukan oleh klub agar kelak klub tidak merugi jika si pemain sudah resmi bermain.

Sejumlah hal menarik ini akan menentukan apakah si pemain benar-benar bisa bergabung dengan klub yang menginginkannya. Berikut ulasannya:

Pemeriksaan cedera lutut

Cedera lutut memang jadi salah satu cedera yang paling ditakuti seorang pesepakbola. Kasus Inter Milan saat merekrut Ronaldo dari Barcelona beberapa tahun lalu misalnya. Inter yang saat itu sangat berharap striker Brasil itu bisa membawa Inter raih gelar, justru mendapat kenyataan sebaliknya.

sportbuzzer.de

Ronaldo saat itu malah mendapat cedera berkepanjangan, alhasil bukan juara yang diberikan Ronaldo namun bolak balik masuk meja operasi untuk mengobati cederanya tersebut.

Hal ini yang kemudian mendorong, cedera lutut jadi salah satu poin di term kesepakatan satu klub dengan agen pemain atau klub sebelumnya.

V02 Max

Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri dari awal melatih Garuda Muda selalu menekankan soal kapasitas oksigen maksimal seorang pemain sepakbola.

“Kalau fisik kita harus tahu basic kondisi mereka, VO2 Max mereka,” kata Indra Sajfri saat melakukan tes fisik pada 33 pemain dari lima provinsi seperti dikutip dari bola.com, Sabtu (25/1/2020).

Managing Madrid

Eks pelatih Bali United itu sendiri memiliki angka idel untuk ukuran V02 Max yakni di atas 60 ml/bb kg/mnt. Untuk tes medis pemain anyar untuk satu klub, V02 Maks menjadi bagian penting yang juga wajib dilakukan oleh si pemain bersangkutan, namun sayangnya tidak semua pemain memiliki angka yang cocok sesuai dengan standar V02 Max.

Cara tersembunyi

Seperti dikutip dari The Guardian, salah satu tim medis yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa saat tes medis pemain anyar, biasanya tidak semua hal diberitahukan kepada pemain tersebut.

Banyak cara yang dilakukan oleh dokter kepala dari satu klub untuk memeriksa pemain bahkan si pemain baru tersebut tidak mengetahui bahwa saat itu ia tengah dilakukan tes medis.

Ada beberapa hal yang memang wajib diketahui oleh tim medis klub namun ada juga hal yang tidak perlu diketahui dan tidak perlu masuk dalam catatan medis pemain anyar tersebut. Artinya pemeriksaan tim medis dilakukan dengan cara-cara yang ‘misterius’.

Tes Buta Warna

Salah satu tes yang bakal dijalani oleh pesepak bola saat akan bergabung dengan klub barunya ialah menjalani tes buta warna. Ini menjadi menarik karena layaknya seorang yang ingin masuk tentara atau PNS di negeri ini, si pemain juga wajib menjalani tes buta warna.

Seperti dikutip dari BBC Sport menyebut bahwa klub tidak mau mengambil resiko jika si pemain ternyata memiliki kelainan pada matanya. Tim medis hampir disemua klub tetap akan melakukan tes buta warna, meski si pemain baru yang direkrut klub berstatus sebagai pemain bintang.

Bursa TransferinternasionalTes Medis