Penyerang PSIS: Belum Ada Kejelasan Soal Pemotongan Gaji

Football5star.com, Indonesia – Penyerang PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto, mengaku belum memulai pembicaraan dengan manajemen tim terkait pemotongan gaji sebesar 75%. Namun, ia berharap kebijakan tersebut baru akan diberlakukan pada bulan April mendatang.

Kebijakan pemotongan gaji sebesar 75% dari nilai kontrak para pemain dan offisial klub merupakan imbauan resmi dari PSSI terkait dengan terhentinya Liga 1. Rencananya, pemotongan gaji ini akan dilakukan hingga masa krisis COVID-19 yang ditetapkan Pemerintah Indonesia usai.

“Kalau dari manajemen PSIS, belum ada pemberitahuan kontrak. Termasuk rencana pembaruan gaji yang dibayarkan sebesar 25%.” kata Hari Nur Yulianto seperti dikutip football5star.com dari laman AyoSemarang.

Hari Nur Yulianto - PSIS Semarang - Gaji - @hny_22 2
instagram.com/hny_22

“Untuk (bulan) Maret, kami berharap belum ada pemotongan. Karena masih ada kegiatannya,” sambung pemain berumur 30 tahun itu menambahkan.

PSIS sendiri mendukung kebijakan pemotongan gaij yang diberlakukan oleh PSSI. Menurut penuturan CEO Mahesa Jenar, Yoyok Sukawi, kebijakan tersebut memang diperlukan agar setiap klub tak mengabaikan kewajibannya kepada para pemain dan offisial di tengah masa krisis COVID-19.

“PSIS mendukung kebijakan itu. Keputusan tersebut saya pikir sudah solusi yang tepat dan PSSI tetap melindungi pemain dan offisial di tengah situasi seperti ini,” ujar Yoyok Sukawi.

“Kalau PSSI tidak membuat keputusan itu, nanti payung hukumnya tidak jelas dan bisa-bisa klub tidak membayer gaji pemain di tengah situasi force majuere,” tandas Yoyok.