Hitam Putih Perjalanan Hidup Legenda Vietnam, Le Cong Vinh

Football5star.com, Indonesia – Sepak bola Asia Tenggara sampai saat ini masih dipandang sebelah mata. Negara-negara kawasan ASEAN ini dianggap masih tertinggal dibanding negara Asia lainnya. Meski belum mampu tunjukkan kehebatan di panggung dunia, bukan berarti negara di ASEAN tak memiliki pemain berbakat. Vietnam pernah mempunyai striker jempolan bernama Le Cong Vinh.

Bagi orang Vietnam, nama Le Cong Vinh tidak sekedar striker hebat yang persembahkan gelara Piala AFF 2008. Le dianggap sebagai sosok pesepak bola yang perjalanan hidupnya begitu menginspirasi banyak pemuda di Vietnam. Le lahir 10 Desember 1985 di Quỳnh Luu, salah satu distrik di provinsi Nghe An, Vietnam.

Le Cong Vinh
Laodong.vn

Le berasal dari keluarga yang tak biasa. Kehidupan miris dijalani Le sejak kecil. Saat masih sangat kecil, ayah Le, Cong Vinh dipenjara karena terlibat peredaran narkoba. Ayah Le diduga terlibat dalam jaringan kartel narkotika. Vietnam memang dikenal sebagai pintu masuk dan keluar kartel narkotika di kawasan Golden Triangle.

Delapan tahun Cong Vinh harus mendekam di penjara. Ibu Le, dikenal sangat cantik bekerja sebagai petugas operator di Distrik 4, korps tentara Republik Vietnam pada saat pecah perang Vietnam. Sang suami masuk penjara sementara anaknya masih sangat kecil membuat ibu Le hijrah ke kota Quy Chau untuk menjadi pegadang batu merah.

Dikutip Football5star.com dari Laodong.vn, Rabu (27/1/2021) pada satu momen, ibu Le sempat sangat putus asa. Ia sempat ingin menenggak racun tikus untuk mengakhiri nyawanya. Berasal dari keluarga tak mampu dan banyak mengalami pahitnya hidup tak lantas membuat Le menyerah.

Tak ingin seperti sang ayah yang harus terjerembab ke lembah hitam dengan menjadi pengedar narkoba, Le mencoba mengubah nasibnya dengan bermain sepak bola. Di lapagan hijau, bakat Le terlihat dan menjadi perhatian dari banyak pihak.

Legenda sepak bola Vietnam yang Pikat Penyanyi Cantik

Beberapa waktu lalu, Federasi sepak bola Asia, AFC memberikan penghargaan kepada 5 legenda sepak bola asal Asia Tenggara, selain Bambang Pamungkas dari Indonesia, Le Cong Vinh juga satu diantaranya. Le pertama kali memukau publik Vietnam saat membela negaranya di Piala Tigers 2004.

Di penampilan pertamanya bersama Vietnam, Le mampu mencetak 4 gol dan semenjak saat itu, tim nasional Vietnam selalu membutuhkan tenaganya. Saat sepak bola Vietnam diguncang skandal negatif di Bacolod, Le langsung menjadi harapan nomor satu di tim nasional Vietnam.

Le Cong Vinh
Laodong.vn

Setelah merebut gelar pemain muda terbaik di 2005, ia juga meraih gelar yang sama di 2008. Di tahun itu juga, kariernya di tim nasional Vietnam begitu berkesan. Satu tahun sebelumnya, di Piala Asia 2007, Le mampu membawa Vietnam ke babak perempatfinal namun sayang dikalahkan Irak yang kemudian menjadi juara.

Dua gol kemudian ditorehkan Le saat menghadapi Thailand di babak final Piala AFF 2008. Golnya di final leg kedua yang berlangsung di Stadion My Dinh membuat jutaan orang Vietnam bersorak gembira karena memastikan untuk pertama kalinya negara tersebut meraih gelar Piala AFF.

Pada Piala AFF 2010, Le absen karena cedera. Dua tahun setelah, Le gagal membawa Vietnam lolos dari babak fase grup. Pada Piala AFF 2016, Le memutuskan pensiun muda. Tersingkirnya Vietnam di babak fase grup jadi alasan terbesar Le mengakhiri karier sepak bolanya.

Yang juga menarik dari seorang Le Cong Vinh ialah soal kehidupan pribadinya saat sudah menjadi bintang. Ia diketahui memikat hati penyanyi cantik Vietnam, Thuy Tien. Saat ini kedua pasangan ini dianggap sebagai keluarga yang bahagia.

Dalam otobiografi berjudul 89 menit, Le diketahui sempat mengalami masalah dengan klubnya, Hanoi T&T. Thuy Tien sempat dituding sebagai perusak konsentrasi Le saat bermain. Di saat yang bersamaan Hanoi T&T memang tengah menurun penampilannya.

“Kadang-kadang Thuy Tien pergi ke Hanoi untuk mengunjungi saya dan pergi ke lapangan. Sayangnya tim kami kalah dan itu menjadi sorotan dari banyak pihak.” kata Le.

Le mengaku sempat ditegur oleh pelatih Hanoi T&T. Ia meminta Le untuk bisa mengontrol Thuy Tien dan tiak membuat perhatian lebih dari banyak pihak.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More