Hugo Lloris dan Son Heung-min Cekcok, Jose Mourinho Senang

Football5Star.com, Indonesia – Jose Mourinho, manajer Tottenham Hotspur, santai menyikapi insiden percekcokan Hugo Lloris dengan Son Heung-min. Dia malah menilai hal itu sesuai dengan tuntutannya kepada para pemain untuk kritis satu sama lain.

“Itu bagus. Itu mungkin konsekuensi dari pertemuan kami. Mungkin jika ada yang harus disalahkan, itu adalah saya. Pasalnya, saya sangat kritis kepada para pemain karena menurut saya mereka kurang kritis terhadap diri mereka satu sama lain,” terang Jose Mourinho selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Sky Sports.

Lebih lanjut, Mourinho mengungkapkan, “Saya meminta mereka lebih menuntut lebih dari yang lain, meminta rekan setim menunjukkan semangat tim dan memberikan segalanya untuk semua orang.”

The Special One juga memahami kemarahan Hugo Lloris kepada Son Heung-min pada akhir babak pertama. Menurut dia, sebagai kapten, kiper asal Prancis itu sudah sepantasnya menegur winger asal Korea Selatan tersebut.

“Sonny adalah anak baik dan dicintai semua orang. Namun, pada situasi itu, kapten sudah sepantasnya mengatakan kepada dia untuk memberikan hal lebih kepada tim, menunjukkan usaha berbeda. Itu sesuatu yang penting bagi tim untuk tumbuh,” urai Mourinho lagi.

Cekcok Biasa dalam Sepak Bola

Sementara itu, Lloris menilai cekcok dengan Son Heung-min pada akhir babak pertama laga Tottenham Hotspur vs Everton adalah hal biasa. Menurut dia, itu tak perlu dilebih-lebihkan karena memang tak ada konflik berkepanjangan.

“Di luar, Anda bisa mengatakan pa apun yang Anda mau. Ada begitu banyak respek di antara para pemain di ruang ganti. Hal yang terjadi antara aku dan Sonny adalah sesuatu yang kadang jadi bagian dari sepak bola. Tak ada masalah sama sekali,” tutur Lloris. “Anda bisa lihat pada akhir pertandingan, kami semua senang sebagai bagian dari tim dan mampu meraih tiga poin.”

Pernyataan Lloris soal konflik yang tak berkepanjangan tidaklah mengada-ada. Saat hendak memasuki lapangan untuk menjalani laga babak kedua, dia dan Son Hueng-min terlihat berpelukan. Itu menandakan cekcok pada akhir babak pertama sudah tak bersisa.

Adapun mengenai sumber percekcokan, Hugo Lloris mengakui hal itu dipicu oleh peluang Richarlison membuat gol penyeimbang. “Ya, kukira itu karena kami hampir kebobolan beberapa detik sebalum babak pertama berakhir gara-gara tak melakukan tekanan secara benar. Namun, itu bagian dari sepak bola. Kami telah melupakannya,” ujar dia lagi.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More