Hukuman Tindakan Rasial untuk Lazio Masih Setengah Hati

Football5star.com, Indonesia – Otoritas Liga Italia telah memberikan hukuman kepada Lazio atas tindakan rasial yang dilakukan segelintir suporter mereka di leg kedua semifinal Copa Italia melawan AC Milan.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Lazio ialah penutupan salah satu tribun yang biasa digunakan Curva Nord, basis pendukung Lazio yang bertindak rasial. Sayangnya, hukuman tersebut belum bisa diterapkan.

Hal ini dikarenakan Lazio belum memberi peringatan kepada kelompok suporter mereka ini. Hukuman baru akan dilaksanakan jika dalam waktu 12 bulan ke depan, suporter Lazio melakukan tindakan rasial kembali.

“Hampir 90 persen mereka yang duduk di tribun tersebut bertanggung jawab atas tindakan rasial berupa nyanyian kepada pemain AC Milan, Franck Kessie dan Tiemoue Bakayoko,” bunyi pernyataan Komisi Displin Liga Italia, seperti dikutip football5star.com dari footballitalia, Selasa (30/4/2019).

Hukuman kepada Lazio yang baru dijalankan jika kembali terjadi tindakan rasial tentu bisa dianggap sikap setengah hati sepak bola Italia memberantas aksi seperti itu.

Padahal, federasi sepak bola Italia (FIGC) beberapa waktu lalu sempat memberi pernyataan keras terhadap tindakan rasial.

FIGC menyebut bahwa pihak mereka zero telorance terhadap tindakan rasial suporter. FIGC berjanji akan memberikan hukuman keras terhadap klub yang suporternya melakukan tindakan tersebut.

FIGC menyebut bukan tidak mungkin pertandingan akan dihentikan jika terjadi tindakan rasial oleh suporter. Sayangnya hal ini sulit untuk dimaksimalkan, buktinya hukuman terhadap Lazio yang jelas suporernya bertindak rasial hanya mendapat hukuman percobaan.

“Setidaknya ada seribu alasan untuk memberi hukuman berat terhadap tindakan seperti itu. Norma-norma yang ada tak perlu membuat Anda menunggu atau berpikir ulang mengenai hukuman,” kata Leonardo, Direktur Olahraga AC Milan.

Comments
Loading...