Ilkay Gundogan, Cucu Penambang yang Jadi Mesin Gol Man. City

Football5star.com, Indonesia – Absennya Sergio Aguero di lini depan Manchester City tak berarti banyak bagi perjalanan anak asuh Pep Guardiola itu di Liga Inggris. Tanpa kehadiran striker asal Argentina itu, City tetap moncer dalam urusan mencetak gol. Ialah Ilkay Gundogan yang menjadi mesin gol untuk Manchester City saat ini.

Pemain berdarah Turki itu sudah menorehkan 11 gol untuk City di Liga Inggris, serta dua gol di Liga Champions dari lima pertandingan. Tak ada yang menyangka bahwa Gundogan bisa torehkan catatan gol sebanyak itu. Maklum saja pada Maret 2019, ia pernah mengungkap keraguannya untuk terus bermain di City.

Ilkay Gundogan
Daily Mail

“Belum ada keputusan, kalau tidak, aku pasti sudah tanda tangan dengan Manchester City,” kata Gundogan saat itu.

“Kami dalam negosiasi, tetapi aku tidak merasakan banyak tekanan. Ini adalah sesuatu yang semua orang harus putuskan untuk diri mereka sendiri. Aku berusia 28 tahun, kontrakku berikutnya mungkin akan memutuskan di mana aku akan bermain sampai akhir karierku.” tambahnya.

Pep Guardiola sendiri sempat was-was dengan penampilan impresif anak asuhnya tersebut. Meski pelatih asal Catalan itu mengaku sangat puas dengan capaian dari Gundogan.

“Saya mengatakan berkali-kali, dia bisa bermain sebagai false nine dan orang-orang menertawakan saya. Hari ini, dia memenangkan penalti dan kemudian mencetak dua gol. Dia sangat bagus dalam hal itu.” ungkap Pep usai City menang 3-0 atas Tottenham, Sabtu (13/2/2021).

Gundogan alami cedera ringan pada laga itu. Menurut Pep, Gundogan mengalami masalah pada otot pahanya. Pep pun tak mau berspekulasi soal cederanya Gundogan.

“Kita akan lihat besok,” kata Pep. “Dia bilang itu tarikan di otot, tapi kita lihat besok.”

Cucu penambang yang sukses

Memiliki darah Turki seperti Mesut Oezil, Gundogan juga sempat mendapatkan cibiran dari publik Jerman. Sama seperti Oezil, ia dianggap lebih berafiliasi politik dengan negara leluhurnya, Turki. Tudingan itu datang kepadanya saat ia bertemu dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di London pada Mei 2018.

Gundogan kemudian menolak dengan tegas bahwa ia memiliki afiliasi politik dengan Turki. Menurutnya, bertemu dengan Erdogan lebih dikarenakan sikap menghormati dirinya kepada tanah air leluhurnya.

Ilkay Gundogan
Daily Mail

“Apapun kritik yang diberikan, kami memutuskan untuk bersikap sopan dan menghormati presiden Turki dan akar Turki kami,” kata Gundogan seperti dikutip Football5star.com dari Arab News, Senin (15/2).

“Saya merasa terhormat tumbuh besar di Jerman, jadi merupakan pukulan berat bagi saya untuk digambarkan tidak memiliki intergritas dan mengabaikan nilai-nilai hidup orang Jerman,” tambahnya.

Ada sekitar 3 juta warga Jerman yang memiliki darah Turki. Gundogan menghabiskan masa kecilnya di Gelsenkirchen, daerah imigran yang cukup populer karena munculkan banyak bintang sepak bola Jerman seperti Oezil dan Leroy Sane.

Kakek Gundogan berasal dari Balikesir, Turki. Ia kemudian pindah ke wilayah Ruhr. Di sana, kakeknya bekerja sebagai penambang di sebuah pertambangan Nordstern.

“Latar belakang saya memberi saya tanggung jawab. Sejujurnya saya tidak mau terlibat dalam politik. Saya hanya seorang Muslim yang berusaha bisa menjadi contoh yang baik bagi banyak pemuda Muslim di Jerman.”

Bagi Gundogan, sepak bola bukan sekedar olahraga namun ada hal yang lebih penting yakni sikap saling menghargai dan bersaing bersama dengan cara yang sehat.

“Sepak bola bukanlah tentang dari mana Anda berasal, apa agama Anda, itu tentang bersenang-senang bersama, bersaing bersama dan saling mendukung. Itu yang membuatnya mudah bagi saya untuk tumbuh dewasa,”

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More