Indra Thohir Anggap PSSI Abaikan Sejarah jika Tunjuk Shin Tae-yong

Football5star.com, Indonesia – Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong digadang-gadang bakal membesut tim nasional (timnas) Indonesia. Sejumlah pihak menganggap ia sosok yang tepat untuk gantikan Simon McMenemy, namun tidak bagi Indra Thohir.

Menurut mantan pelatih Persib Bandung tersebut, seharusnya PSSI melihat ke belakang soal latar belakang pelatih yang ditunjuk. Menurut Indra Thohir, Indonesia sejak dahulu sudah dibentuk pondasinya oleh pelatih dari Eropa Timur.

“Dulu itu Indonesia diawali oleh Toni Pogačnik, itu zamannya kita bisa pergi ke Olimpiade. Bisa menekuk tim-tim luar. Banyak tim luar banyak ‘dibunuh’ oleh kita. Jadi kita sudah bagus dari awal. Kiblat kita dari sana (Eropa Timur)” kata Indra Thohir saat disambangi awak Football5star.com di kediamannya, Selasa (26/11/2019).

Ervan Satrio/Football5star.com

“Sekarang itu kan katanya dari AFC (Shin Tae-yong). Kalau menurut saya, kalau mau berguru itu dari yang paling baik. Kapan AFC pernah jadi juara dunia, paling jadi wakil, itu juga karena ditunjuk jadi tuan rumah (Piala Dunia 2002).” tambah Indra Thohir.

Ditambahkan Indra, dari dahulu timnas kita kuat dan jadi Macan Asia. Mengapa saat ini kata Indra, justru Indonesia harus belajar dari negara yang dulu pernah dikalahkan.

Ia pun mengungkapkan bahwa dahulu, dirinya pernah membawa tim pelajar U-16 Indonesia bermain di Abu Dhabi dan berhasil mengalahkan tim Korea Selatan dan Jepang.

“Tahun 1993 kita ke Abu Dhabi. Setelah dari Persib, saya melatih di SKO Ragunan. Saya bawa tim U-16 ke Abu Dhabi. Kita jadi finalis di ajang tersebut. Indonesia jadi satu-satunya wakil Asia Tenggara,”

“Korea Selatan dan Jepang saat itu menangis di lapangan. Saat itu juaranya Qatar, dan mereka pun juara karena pemain-pemain besar-besar,” kenang Indra.

Pria 78 tahun itu pun berharap bahwa PSSI bisa lebih fokus untuk menaikkan prestasi timnas. Pemilihan pelatih timnas diharapkan Indra dipilih secara sembarangan dan harus melihat pondasi sejarah.

“Kalau kata Bung Karno, JAS Merah. Itu yang penting jika ingin sepak bola kita mau maju seperti dahulu lagi,” tutup Indra.

Comments
Loading...