Ini Alasan Kemenpora Belum Ajukan Rencana Anggaran Piala Dunia U-20

Football5star.com, Indonesia – Perhelatan Piala Dunia U-20 2021 akan berlangsung di Indonesia pada 20 Mei hingga 11 Juni 2021. Namun jelang perhelatan yang akan diikuti oleh 32 negara dari seluruh dunia tersebut, pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengaku belum mengajukan rencana anggaran Kementrian Keuangan.

Menpora Zainudin Amali memiliki alasan tersendiri mengapa rencana anggaran belum disetor pihaknya ke Kemenkeu. Salah satu alasan utamanya menurut politisi dari Partai Golkar tersebut, rencana anggaran harus disusun secara hati-hati.

Stadion Papua Bangkit - PSSI - Piala Dunia U-20 - Spartacks Cyber
Spartacks Cyber

“Kami belum mengajukan (rencana anggaran). Kami harus hati-hati betul untuk penggunaan dan dasarnya. Sesegera mungkin akan dirapatkan ke Kemenpora karena ini masuk ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemenpora 2020,” ucap Zainudin seperti dikutip Football5star.com dari antaranews, Kamis (2/7/2020).

Menpora sendiri pada rabat terbatas dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada Rabu (1/7) ditunjuk menjadi Ketua Panitia Penyelenggara Piala Dunia U-20 2021 (INAFOC). Nantinya Menpora akan berkoordinasi dengan sejumlah kementrian terkait untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-20.

“Jadi pertama, karena ini seluruh pembiayaan dilakukan melalui APBN maka untuk pihak penyelenggara ada unsur pemerintah. Keputusan rapat tadi INAFOC akan langsung dipimpin oleh Menpora,”

Terkait urusan venue dan stadion, pihak Kemenpora akan saling berkoordinasi dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), sedangka untuk timnas Indonesia sudah menjadi wewenang penuh PSSI.

Menpora Zainudin juga mengatakan bahwa masalah renovasi stadion masih menunggu instruksi presiden (Inpres). Hal ini dibutukan oleh Kementrian PUPR untuk mendapatkan biaya renovasi stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-20.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More