Ini Hukuman yang Bayangi Alvaro Gonzalez bila Terbukti Hina Neymar

Football5Star.com, Indonesia – Nama Alvaro Gonzalez kini menyedot perhatian. Insiden dengan Neymar pada pengujung laga Paris Saint-Germain vs Olympique Marseille membuat namanya terangkat ke permukaan. Apalagi, dia jadi korban pemukulan sang bintang.

Selepas pertandingan PSG vs Marseille, Neymar mengaku emosinya tersulut karena menerima hinaan rasial dari Alvaro Gonzalez. Dalam unggahan di akun Twitter-nya, dia menyebut Gonzalez mengumpatnya dengan kata-kata “Monyet bajingan”.

Tudingan Neymar itu langsung dibantah Gonzalez. Bek Marseille itu tak paham dan balik bertanya, “Rasialis apanya?” saat diwawancara oleh Telefoot selepas pertandingan. Dalam insiden itu pun, dia dinilai tak bersalah oleh wasit. Buktinya, kartu kuning pun tak diberikan sang wasit.

Polemik tersebut tentu akan jadi perhatian Ligue de Football Professionnel (LFP) selaku operator Ligue 1 dan Federation Francaise de Football (FFF) sebagai otoritas tertinggi sepak bola Prancis. Mereka harus menyelidiki insiden sang bintang Brasil dengan sang bek Spanyol.

Bukan apa-apa, tuduhan yang dilontarkan Neymar sangat serius. Andai terbukti melontarkan hinaan rasial, Gonzalez terancam hukuman berat. Dia bisa diberi sanksi 10 pertandingan. Hukuman itulah yang tertera pada regulasi lengkap yang dibuat FFF untuk penyelenggaraan kompetisi Ligue 1 2020-21.

Pada Appendix 2 dijelaskan tentang hukuman untuk komentar, isyarat dan/atau perbuatan yang ditujukan kepada seseorang dengan menyinggung ideologi, ras, etnik, agama, kebangsaan, penampilan, orientasi sosial, gender atau disabilitas.

Hukuman terhadap pelanggaran tersebut berbeda antara pemain dan pelatih, staf pelatih, staf klub atau staf medis. Untuk pemain, jelas tertulis hukumannya 10 pertandingan. Adapun pelatih dan yang lainnya diancam hukuman lebih berat, yakni 5 bulan.

Insiden Kedua Neymar pada Le Classique

Terlepas dari hal itu, insiden pemukulan yang dilakukan Neymar terhadap Alvaro Gonzalez menunjukkan sisi gelap sang bintang. Meskipun punya skill mumpuni, dia terbilang mudah tersulut emosi. Khusus pada laga Le Classique, ini bukan kali pertama dia berlaku kasar karena emosinya meledak.

Pada edisi pertama Le Classique yang dilakoninya bersama Paris Saint-Germain pada musim 2017-18, dia juga mendapatkan kartu merah. Setelah diganjar kartu kuning oleh wasit Ruddy Buquet pada menit ke-85, dia harus meninggalkan lapangan dua menit kemudian.

Penyebabnya, Neymar melabrak Lucas Ocampos hingga terguling di lapangan. Eks bintang Barcelona itu tersulut emosinya karena dilanggar oleh pemain asal Argentina tersebut. Kini kejadian serupa dilakukan kepada Alvaro Gonzalez. Bedanya, emosi sang bintang tersulut oleh kata-kata bek Marseille tersebut.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More