Inilah 5 Kelemahan Timnas U-19 Bosnia yang Bisa Buat Indonesia Berjaya

Football5Star.com, Indonesia – Timnas U-19 Indonesia akan menghadapi timnas U-19 Bosnia & Herzegovina, Jumat (25/9/2020) malam WIB. Meskipun sebelumnya kalah menghadapi dua tim Eropa, tim asuhan Shin Tae-yong dapat optimistis memetik kemenangan pada laga kali ini.

Timnas U-19 Bosnia & Herzegovina tidak seperti timnas U-19 Kroasia dan Bulgaria yang dihadapi Garuda Muda pada turnamen mini beberapa waktu lalu. Tim asuhan Slaven Musa punya beberapa kelemahan yang seharusnya dapat menjadi keuntungan bagi David Maulana dkk.

Setidaknya ada lima faktor yang bisa menjadi alasan timnas U-19 Indonesia menghajar Bosnia & Herzegovina. Berikut ini, Football5Star.com membeberkan kelima faktor tersebut.

Bosnia Tanpa Kekuatan Penuh

Timnas U-19 Bosnia untuk laga lawan Indonesia tak akan diperkuat banyak pemain andalan tahun lalu.
nfsbih.ba

Menghadapi Indonesia, timnas U-19 Bosnia & Herzegovina tak turun dengan kekuatan terbaik. Memanggil para pemain yang berumur 17 dan 18 tahun, Slaven Musa tak menyertakan beberapa pemain andalan yang membela klub-klub luar negeri. Dia menilai tak mungkin menyertakan mereka pada uji tanding saat pandemi COVID-19.

Di antara para pemain andalan yang tak dipanggil adalah Amar Dedic dan Ajdin Hasic. Dedic yang musim ini masuk skuat utama RB Salzburg adalah bek kanan andalan Musa. Sementara itu, Ajdin Hasic adalah andalan di lini serang. Sejak 10 Oktober 2018 hingga akhir tahun lalu, dia tak pernah absen dalam 12 laga timnas U-19 Bosnia. Tiga gol berhasil dicetak winger yang kini membela Besiktas itu.

Tak Punya Bomber Maut

Timnas U-19 Bosnia & Herzegovina tak pernah mencetak lebih dari 2 gol sepanjang ditangani Slaven Musa.
nfsbih.ba

Timnas U-19 Indonesia kewalahan menghadapi Kroasia dan Bulgaria beberapa waktu lalu karena keberadaan penyerang tajam. Dua kali gawang Garuda Muda dijebol oleh Antonio Marin dan Martin Petkov. Nah, di timnas U-19 Bosnia tak ada sosok seperti itu. Slaven Musa tak punya penyerang setajam Marin dan Petkov.

Bahkan, di skuat yang dibawa untuk menghadapi Indonesia, tak ada satu pun yang pernah mencetak gol untuk timnas U-19 Bosnia. Dari 20 pemain, hanya Niksa silic dan Patrik Bosnjak yang pernah membobol gawang lawan. Namun, mereka melakukan itu saat membela timnas U-18.

Tumpul di Depan

Rerata gol tim asuhan Slaven Musa di bawah 1 per laga.
nfsbih.ba

Ketiadaan bomber maut di lini serang berakibat pada jumlah gol yang minim. Bahkan, sejak ditangani Slaven Musa, Bosnia tak pernah mencetak lebih dari 2 gol. Dalam 19 pertandingan, hanya 17 gol yang mampu dicetak Ajdin Hasic dkk. Artinya, rerata gol mereka hanya 0,89.

Bahkan, lumayan sering Bosnia & Herzegovina gagal mencetak gol. Dari 19 pertandingan, 7 kali mereka tak berhasil membobol gawang lawan. Sisanya, 7 kali tim asuhan Musa mencetak 1 gol dan 5 kali mengemas 2 gol. Kali terakhir mereka mencetak 2 gol saat menang 2-1 atas Slowakia pada 8 Oktober 2019.

Rawan Kebobolan

Bosnia & Herzegovina hanya enam kali clean sheet dalam 19 laga di bawah asuhan Slaven Musa.
macedonianfootball.com

Selain tumpul di depan, timnas U-19 Bosnia juga lemah di belakang. Dalam 19 pertandingan di bawah asuhan Musa, mereka kebobolan 31 gol. Artinya, gawang Bosnia & Herzegovina kebobolan 1,63 gol per laga. Mereka pun pernah kebobolan lebih dari 2 gol sebanyak 4 kali. Rinciannya 3 kali kebobolan 3 gol dan sekali kemasukan 4 gol.

Rasio clean sheet tim asuhan Slaven Musa juga terbilang rendah. Dari 19 pertandingan, hanya 6 kali mereka tak kebobolan. Itu artinya mereka clean sheet setiap tiga laga sekali. Dari 6 clean sheet pun, mereka tiga kali hanya meraih hasil imbang.

Dalam Tren Buruk

Timnas U-19 Bosnia & Herzegovina hanya menang 1-0 atas Luksemburg berkat gol pada injury time.
nfsbih.ba

Hal terakhir yang bisa membuat timnas U-19 Indonesia optimistis, Bosnia & Herzegovina tak dalam tren bagus. Dalam 8 laga terakhir, timnas U-18 dan U-19 negeri itu yang diasuh Slaven Musa hanya meraup dua kemenangan 1-0. Salah satunya bahkan baru diraih pada injury time, yakni saat menang atas Luksemburg pada 16 November 2019.

Pada tiga laga terakhir, tim asuhan Musa tak menang. Timnas U-19 Bosnia takluk 0-1 dari Makedonia Utara pada 20 Februari 2020. Sementara itu, timnas U-18 tak menang dalam dua laga melawan Montenegro pada 25 dan 27 Februari. Mereka kalah 0-2 dan imbang 1-1. Tren itu lebih buruk dari Indonesia yang memetik kemenangan dan hasil imbang dalam double header dengan Qatar.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More