Inter Milan Gagal Juara, Christian Eriksen Jadi Bahan Olok-Olok

  • Inter Milan kalah 2-3 dari Sevilla pada final Liga Europa
  • Christian Eriksen jadi orang pertama yang gagal secara beruntun di final Liga Champions dan Liga Europa
  • Eriksen selalu gagal meraih trofi sejak meninggalkan Ajax pada 2013
  • Musim ini, sang gelandang Denmark hanya jadi runner-up di dua ajang bersama Inter

Football5Star.com, Indonesia – Inter Milan harus menelan pil pahit pada final Liga Europa, Sabtu (22/8/2020) dini hari WIB. Di Stadion RheinEnergie, I Nerazzurri kalah 2-3 dari Sevilla. Kegagalan tersebut sangat pahit bagi gelandang Christian Eriksen karena jadi bahan olok-olok.

Pada pertandingan melawan Sevilla, Eriksen tak jadi starter. Dia baru dimasukkan Antonio Conte, pelatih Inter, pada menit ke-78 dengan menggantikan Roberto Gagliardini. Empat menit sebelumnya, I Nerazzurri tertinggal 2-3 karena sepakan Diego Carlos yang membentur Romelu Lukaku.

Bagi Eriksen, itu adalah kegagalan kedua secara beruntun pada final antarklub Eropa. Musim lalu, dia menelan kekalahan pada final Liga Champions. Saat itu, Tottenham Hotspur kalah 0-2 dari Liverpool. Dia merupakan orang pertama yang menelan pil pahit beruntun di dua final Liga Champions dan Liga Europa secara beruntun.

Rekor buruk itu jadi bahan olok-olok warganet. Banyak orang menertawakan kegagalan Eriksen tersebut. Mereka secara khusus mengaitkan pemain asal Denmark itu dengan status Tottenham sebagai pecundang, klub yang selalu gagal meraih trofi bergengsi.

Salah satu olok-olok yang paling menohok adalah, “Anda bisa mengambil Eriksen dari Tottenham, tapi Anda tak bisa mengambil Tottenham dari Eriksen.”

Olok-olok lain di antaranya, “Dia benar-benar masih memiliki darah Tottenham di nadinya.” Ada pula yang berseloroh, “Eriksen dua kali beruntun gagal di final. DNA Tottenham.”

Eriksen Jalani Tujuh Tahun Tanpa Trofi

zimbio.com

Kegagalan Inter Milan mengalahkan Sevilla pada final Liga Europa memperpanjang masa puasa gelar yang dijalani Christian Eriksen. Pemain berumur 28 tahun itu kini telah tujuh tahun gagal meraih trofi. Kesuksesan terakhirnya adalah juara Eredivisie bersama AFC Ajax pada 2012-13.

Ironisnya, Eriksen mulai berpuasa gelar sejak hengkang dari Ajax ke Tottenham Hotspur pada 30 Agustus 2013 dengan transfer senilai 14,5 juta euro. Selama 6,5 musim membela The Lilywhites, prestasi terbaiknya hanyalah runner-up Premier League 2016-17 dan Liga Champions 2018-19.

Hal itu berlanjut bersama Inter Milan. Bergabung pada akhir Januari lalu, Christian Eriksen lagi-lagi gagal meraih trofi. Lagi-lagi, runner-up jadi raihan terbaik. Selain pada ajang Liga Europa, dia dan I Nerazzurri juga jadi nomor dua di Serie A.

Christian EriksenInter MilanLiga EuropaTottenham Hotspur