Inter Milan Catat Kerugian Sebesar Rp 1,7 Triliun

Football5star.com, Indonesia – Performa buruk di Liga Champions bukanlah satu-satunya masalah besar Inter Milan musim ini. Pasalnya, mereka juga mencatat kerugian sebesar 102,4 juta Euro atau sekitar Rp 1,7 Triliun.

Satu faktor yang mempengaruhi sumber pendapatan Inter adalah ketidakhadiran suporter di stadion. Hal ini membuat pendapatan Inter pada periode Juni 2019 hingga Juni 2020 berkurang sebesar 45 juta Euro.

Absennya suporter bukanlah satu-satunya faktor yang berpengaruh terhadap kerugian Nerazzurri. Belanja jor-joran yang mereka lakukan pada bursa transfer 2019 juga turut berpengaruh.

Goal

Ya, Inter memang mendatangkan cukup banyak pemain pada bursa transfer musim panas 2019 lalu. Beberapa diantaranya adalah Romelu Lukaku (74 juta Euro), Valentino Lazaro (22,4 juta Euro) serta Matteo Politano (21,2 juta Euro).

Kerugian besar ini tak membuat CEO Nerazzurri, Beppe Marotta, merasa khawatir. Ia malah yakin Inter akan semakin bisa berkembang di musim-musim selanjutnya.

“Kami sudah memiliki fondasi yang sangat kuat. Hal itu akan membuat kami akan bisa meraih kesuksesan di masa depan. Tujuan kami tetaplah sama. Yaitu terus meningkatkan performa dan prestasi di setiap musimnya,” kata Marotta dikutip dari laman Football Italia.

Di tahun finansial 2020-21, Inter diprediksi akan kembali mengalami kerugian karena para suporter tak kunjung diizinkan kembali ke stadion. Salah satu cara yang bisa mereka lakukan untuk meminimalisir kerugian adalah, tampil gemilang di Liga Champions musim ini.

Inter MilanLiga Italia