Salvador Cabanas Hampir Gabung United Sebelum Ditembak

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5star.com, Indonesia – Kamu ingat Salvador Cabanas? Cabanas adalah mantan penyerang timnas Paraguay yang alami penembakan di kepalanya. Selain terkenal karena kemampuannya, eks penyerang Audax Italiano ini juga populer karena kisah penembakan kepalanya.

Kala itu, 25 Januari 2010, dia terlibat pertengkaran dengan anggota kartel narkoba di sebuah pub. Tak lama bersitegang, pelaku yang belakangan dikenal sebagai Jose Garza melepaskan tembakan yang membuat peluru bersarang di kepala Cabanas.

Cabanas
Foto: thestar.com

Akibat insiden ini, Cabanas yang kala itu membela Club America harus jalani perawatan intensif. Tak hanya itu, dia juga harus jalani operasi karena pelurunya bersarang di tengkorak kepalanya. Hebatnya, dalam tiga bulan selepas kejadian, ia sadar dan memberikan keterangan kepada pers terkait insiden penembakan tersebut.

Walau begitu, kejadian itu merenggut kariernya. Dia tak lolos skuat final Paraguay untuk Piala Dunia 2010. Dan setelahnya, ia juga kesulitan menemukan performa terbaiknya. Pada 2012, ia sempat bermain sepak bola di tim masa kecilnya, 12 de Octubre, namun hanya bertahan sebentar.

Setelahnya, ia sempat pensiun dua kali, sebelum akhirnya kembali dua kali, dan terakhir berlaga di tahun 2014 lalu bersama Independiente Futbol Club. Di klub ini, dia kemudian memutuskan berhenti total dari dunia si kulit bundar.

Kini, berusia 38 tahun, pemenang penghargaan Pemain Terbaik Amerika Selatan tahun 2007 ini menceritakan suatu pengakuan unik. Ternyata, beberapa tahun sebelum insiden, di sekitaran tahun 2007, dia sempat akan berlabuh ke Manchester United!

“Kala itu, saya meneken pra-kontrak dengan nilai transfer 1,3 juta paun untuk membawa saya ke Eropa. Agen saya bilang tujuan saya kala itu adalah (Manchester) United. Club America mencoba menahan saya dengan menaikkan gaji dan memberi dua apartemen. Mereka sediakan apartemen untuk saya di Acapulco dan satu lagi di Cancun,” ujar Cabanas dikutip dari Telefuturo.

Sayang seribu sayang, mimpi itu tak pernah terwujud. Cabanas tak pernah kesampaian berkarier ke Manchester United, apalagi ke Eropa.

Comments
Loading...