FIFA Dituduh Plagiat Oleh Insinyur Bolivia

Banner Footbal Live Star-Football5star

Football5Star.com, Indonesia – Sejak disahkan FIFA untuk dipakai di laga sepak bola, video assistant referee (VAR) terus menuai kontroversi. Terbaru, FIFA digugat oleh pria Bolivia bernama Fernando Mendez Rivero yang mengaku sebagai penemu teknologi itu.

Tak tanggung-tanggung, Mendez meminta kompensasi sebesar 100 juta dollar AS (sekitar 1,49 triliun) karena menilai FIFA telah melakukan plagiat. Dia mengaku telah membuat konsep dasar VAR pada 2004 setelah melihat kontroversi penalti di sebuah pertandingan di Liga Bolivia.

“Pada 2004, saya menonton pertandingan tim kesayangan saya, Oriente Petrolero, menghadapi musuh bebuyutannya, Blooming. Kami kalah karena penalti yang seharusnya tak diberikan wasit hanya dua menit jelang laga usai,” terang Mendez seperti dikutip Football5Star.com dari Diario Ole.

Melihat hal itu, Mendez mengaku sangat marah. Pria bergelar insinyur itu duduk di depan komputernya, lalu mulai membuat konsep VAR. “Saya menghabiskan waktu selama tujuh hingga delapan bulan,” kata dia.

Bukan Demi Uang

Hal yang membuat Mendez sangat geram kepada FIFA, konsep penerapan VAR saat ini identik dengan konsep yang dibuatnya. “Ide saya adalah memasang enam kamera di lapangan. Masing-masing satu di belakang gawang, dan masing-masing dua di sisi lapangan, yakni di kanan dan kiri,” lanjut dia.

Pria berumur 63 tahun itu pun mengaku telah mendaftarkan hak cipta atas konsep tersebut. “Setelah menyelesaikan rancangan itu, saya mendaftarkan hak patennya ke SENAPI, lembaga hak intelektual Bolivia. Saya juga mengirimkannya ke FIFA dan semua federasi negara dan regional,” terang dia lagi.

Meskipun meminta kompensasi dalam jumlah sangat besar, Mendez menegaskan uang bukanlah motivasi utamanya. Dia hanya ingin pengakuan atas penemuannya. Dia pun menambahkan, jika nanti berhasil mendapatkannya, sebagian uang itu akan digunakan untuk kegiatan sosial.

Guna memperjuangkan haknya, sang insinyur telah menemui Presiden Bolivia, Evo Morales. Itu dilakukan karena dia tahu persis sangat sulit berhadapan dengan FIFA sebagai lembaga yang sangat besar.

Comments
Loading...