Footbal5star
Berita Sepak Bola Terkini Terlengkap Football5star.com

Indonesia Rebut Posisi Ketiga AFF U-18 2017 Dengan Manis

152

Football5star.com, Indonesia – Indonesia berhasil bangkit usai kalah adu penalti dari Thailand di babak semifinal Piala AFF U-18 2017. Pada pertandingan perebutan posisi ketiga melawan Myanmar, tim asuhan Indra Sjafri berpesta  tujuh gol ke gawang tuan rumah, berbalas satu gol.

Indonesia membuka keunggulan melalui Muhammad Rafli di menit ke-14. Gol tersebut merupakan gol keempatnya di turnamen ini. Meski tertinggal satu gol, Myanmar tetap menekan lini belakang Indonesia. Win Naing Tun dkk memberikan cobaan kepada kiper timnas Indonesia, Muhammad Aqil.

Terus menekan, Myanmar melupakan barisan pertahanan. Serangan balik cepat Indonesia di menit ke-27 berbuah gol. Witan Sulaiman melakukan dribel sendirian hingga depan gawang dan melepaskan sontekan pelan ke gawang tuan rumah.

Tiga menit berselang, giliran Egy Maulana mencatatkan namanya di papan skor. Melalui kerja sama apik yang dilakukan oleh Rafli dan Witan, Egy melepaskan sundulan dan memaksa kiper Myanmar memungut bola untuk ketiga kalinya.

Muhamad Aqil melakukan penyelamatan gemilang mengantisipasi tendangan jarak jauh Win Naing Tun, tiga menit babak kedua berjalan. Aqil kembali mengamankan gawang Indonesia di menit ke-57 usai menangkap sundulan pemain Myamar. Rafli mencetak gol keduanya hari itu. Ia berhasil lepas dari jebakan offside lini belakang lawan dan melepaskan tendangan keras yang tidak mampu diantisipasi kiper.

Hanin Saghara menggenapkan gol kelima Indonesia sore tadi. Ia memanfaatkan umpan Muhammad Iqbal dengan melepaskan tendangan keras menggunakan kaki kirinya. Iqbal hampir mencetak gol keenam timnas sore itu. Namun, tendangan kerasnya masih melipir tipis di kiri gawang lawan. Egy berhasil menahbiskan diri sebagai pencetak gol terbanyak turnamen ini dengan delapan gol. Kerja sama satu dua dengan Iqbal, ia berhasil menempatkan bola di antara dua kaki kiper Myanmar.

Myanmar sempat mencetak satu gol lewat Myat Kaung Khant di ujung pertandingan. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti tidak mampu dihalau oleh Aqil. Gol tersebut  langsung dibalas oleh Hanis Saghara, tidak sampai semenit usai Myanmar mencetak gol. Melalui skema serangan balik yang brilian, ia mencetak gol keduanya di pertandingan tersebut.

Kemenangan ini sedikit mengobati kesedihan Indonesia yang tidak berhasil mengulangi prestasi 2013 silam. Saat itu, gol penalti Ilham Udin berhasil membawa Garuda Muda meraih gelar pertamanya sepanjang sejarah.