Presiden Macri Marah Final Copa Libertadores Tak di Argentina

Football5star.com, Indonesia – Perkembangan isu leg II final Copa Libertadores antara River Plate dan Boca Juniors ternyata tak luput dari perhatian Presiden Argentina Mauricio Macri. Di sela-sela pertemuan para pemimpin G-20 di Buenos Aires, dia terlihat membahas serius masalah itu dengan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Menurut penuturan Fernando Marin, pengusaha yang menjadi juru kampanye pencalonan Argentina sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030, ada tensi yang meningkat saat Macri berbicara dengan Infantino dalam pertemuan di Museum Casa Rosada. Gara-garanya, Conmebol memutuskan leg II final Copa Libertadores akan dimainkan di Stadion Santiago Bernabeu milik Real Madrid.

Presiden Argentina Mauricio Macri memerhatikan perkembangan kasus leg II final Copa Libertadores.
tn.com.ar

Beberapa sumber, seperti dilansir La Nacion, menyebutkan Infantino meminta maaf atas penanganan masalah itu yang terkesan tidak mulus. Ada juga yang menyebutkan pembicaraan di antara mereka berlangsung hangat walaupun tensi yang agak tinggi tetap terasa.

Menurut La Nacion, putusan Conmebol memindahkan leg II final Copa Libertadores ke luar Argentina, tepatnya ke Madrid, Spanyol, sangat tak bisa diterima. Pasalnya, itu bisa merusak kampanye Argentina untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Beberapa sumber rahasia La Nacion pun mengakui kemarahan Presiden Argentina itu.

Seorang sumber mengatakan, “Macri menginginkan final tetap di Argentina. Bukan di markas River, melainkan di Mendoza, Cordoba, La Plata, atau Velez. Namun, (Presiden Conmebol) Alejandro Dominguez ingin final itu dilangsungkan di luar negeri. Saat itulah Florentino Perez mengambil kesempatan dan berhasil mendapatkan final Copa Libertadores dan Liga Champions.”

Seorang sumber lainnya bahkan mengatakan, Macri marah luar biasa. Sampai-sampai, kata dia, Presiden Argentina itu berucap, “Conmebol sungguh memalukan!”

Comments
Loading...