Tidak Punya Darah Swiss, Xhaka Tak Bisa Jadi Kapten Timnas

Banner Footbal Live Star-Football5star

 

Football5star.com, Indonesia – Timnas Swiss saat ini tengah disibukkan mencari kapten tim setelah Stephan Lichsteiner memutuskan pensiun usai Piala Dunia 2018 lalu. Dari beberapa nama tenar, terdapat nama Granit Xhaka sebagai salah satu calon kuat.

Akan tetapi, mantan penggawa Liverpool dan Timnas Swiss, Stephane Henchoz, mengatakan kemungkinan tersebut takkan terjadi. Baginya, Xhaka tidak merepresentasikan tradisi negara, terlebih tidak ada darah Swiss yang mengalir di tubuhnya.

“Dia pemain reguler di Arsenal, tapi saya pikir seorang kapten harus merepresentasikan Swiss dan timnya. Xhaka tidak demikian. Para pemain Swiss tanpa latar belakang imigran dan penggemar tim, mereka akan merasa terpinggirkan. Ini masalah serius,” ujar Henchoz kepada Blick, Rabu (5/9/2018).

zimbio

Lebih lanjut, pria yang memiliki 72 caps bersama Swiss itu mengatakan kiper Yann Somer dan bek Fabian Schar adalah calon kuat penerus ban kapten negara tetangga Austria itu.

“Pemain seperti Sommer, Schar, yang merepresentasikan tradisi Swiss adalah pengecualian. Mereka akan menjadi calon kuat,” ia menambahkan.

Seperti yang diketahui, Xhaka merupakan pemain keturunan Albania yang lahir di Basel, Swiss. Walau lahir dan dibesarkan di sana, ia tidak bisa mengelak jika kedua orang tuanya berasal dari negara Eropa Timur tersebut.

Kesempatan gelandang 25 tahun itu menjadi kapten kian tertutup setelah selebrasi kontroversialnya di Piala Dunia 2018 lalu. Saat itu, ia menunjukkan lambang negara Albania usai mencetak gol ke gawang Serbia, yang pernah menjajah Albania.

Comments
Loading...