Ironi Lionel Messi pada Dua Laga Terakhir Barcelona

Football5Star.com, Indonesia – Lionel Messi selalu menjadi man of the match dalam dua laga terakhir Barcelona pada pentas LaLiga. Setidaknya, begitulah menurut WhoScored. Saat melawan Athletic Bilbao dan Celta Vigo, dia adalah pemain dengan nilai tertinggi, yakni 9,4 dan 9,8.

Penilaian itu bukan tanpa dasar. Lionel Messi selalu jadi sosok sentral nan menentukan. Saat melawan Bilbao, assist-nya membuat Ivan Rakitic mencetak gol tunggal kemenangan Barcelona. Lalu, di kandang Celta, dia membuat dua assist bagi Luis Suarez yang berbuah hasil imbang 2-2.

Di balik itu, sebenarnya ada sebuah ironi. Pasalnya, penampilan Messi sebagai man of the match diwarnai statistik buruk. Dalam dua laga terakhir Barcelona itu, La Pulga tak mampu melepaskan tembakan tepat sasaran. Total, 14 tembakannya tak membuat kiper lawan harus berkeringat.

Saat menghadapi Bilbao, Messi melepaskan 7 tembakan sepanjang pertandingan. Itu merupakan 39% dari total tembakan yang dilepaskan Barcelona. Hasilnya, tiga tembakan meleset, sementara empat tembakan mampu diblok pemain lawan.

Cerita serupa persis terulang di kandang Celta Vigo. Messi melepasakan 7 tembakan yang sertara 39% tembakan Barcelona sepanjang laga. Lagi-lagi, tiga tembakan meleset, sementara empat tembakan dapat diblok lawan.

Bukan Kebiasaan Messi

Statistik itu sangat mengejutkan. Apalagi, tiga dari 14 tembakan Messi pada dua laga terakhir Barcelona dilepaskan di dalam kotak penalti dan satu tembakan dilepaskan tepat di garis kotak penalti. Tiga dari empat tembakan itu pun dilepaskan di sisi kanan yang ideal bagi kaki kirinya.

Tak satu pun dari 14 tembakan Lionel Messi dalam 2 laga terakhir yang mengancam gawang lawan.
Getty Images

Melepaskan tendangan yang tak tepat sasaran memang bukan hal aneh bagi seorang penyerang. Namun, Lionel Messi biasanya punya akurasi lebih baik. Menurut Squawka, dalam tiga musim terakhir, hanya pada dua laga itulah La Pulga melepaskan setidaknya 7 tembakan yang tak satu pun mengancam gawang lawan di LaLiga.

Statistik ini terbilang mengkhawatirkan bagi Barcelona. Bagaimanapun, Messi adalah sumber gol utama mereka. Saat ini, La Pulga telah mencetak 21 dari 72 gol El Barca. Ketika mesin gol utamanya itu kesulitan melepaskan tembakan akurat, tentu sulit berharap gol.

Kegagalan mencetak gol dalam dua laga terakhir juga tidak bagus bagi Lionel Messi dalam perburuan Pichichi LaLiga musim ini. Perlahan tapi pasti, koleksi 21 golnya kian didekati Karim Benzema. Saat ini, La Pulga hanya unggul 4 gol dari striker Real Madrid itu.