Jadi Korban Rasialisme, Moussa Marega Minta Ditarik Keluar

Football5star.com, Indonesia – Rasialisme kembali merusak pertandingan sepak bola. Kali ini bomber FC Porto, Moussa Marega, yang menjadi korbannya. Tidak tahan dengan ejekan suporter Vitoria Guimares, ia pun meminta untuk diganti.

Momen ini terjadi saat FC Porto tandang ke markas Vitoria Guimares dalam lanjutan Liga Portugal. Ketika laga memasuki menit ke-68 Moussa Marega menolak melanjutkan pertandingan karena teriakan rasial dari para suporter tuan rumah.

Kejadian ini sempat menghentikan laga beberapa saat. Pasalnya keputusan Marega untuk keluar ditahan oleh rekan-rekan setimnya. Tapi sang bomber tetap bergeming dan bersikeras untuk keluar lapangan.

Pelatih Porto, Sergio Concecao bahkan harus menenangkan bomber andalannya tersebut. Dia juga terlihat meminta kepada wasit untuk menghentikan laga sejenak guna menghentikan sikap tak terpuji suporter.

Akan tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Tidak lama kemudian, Sergio Concecao terlihat meluapkan amarahnya ke arah tribun. Terlihat jelas bagaimana raut kekecewaannya atas apa yang menimpa Moussa Marega.

Setelah pemain asal Mali bersikeras tidak ingin melanjutkan pertandingan, posisinya kemudian digantikan oleh Wilson Manafa. Adapun Marega meninggalkan lapangan dengan mimik muka marah pada suporter yang tidak dewasa.

Saat memasuki lorong pemain, ia menunjukkan gestur dua jempol ke bawah sebagai bentuk perlawanannya terhadap rasialisme.

Adapun pertandingan berhasil dimenangkan Porto dengan skor 2-1. Hebatnya lagi, satu gol raksasa Portugal dicetak oleh Moussa Marega pada menit ke-60.

Moussa MaregaPortoRasialisme