Jadi Korban Rasialisme, Tammy Abraham Masih Selow

Football5Star.com, Indonesia – Penyerang Chelsea, Tammy Abraham, mengaku tidak masalah dengan orang-orang yang coba menyudutkannya menyusul kekalahan dari Liverpool. Pemain 21 tahun tersebut menjadi sasaran rasial setelah gagal mengeksekusi penalti melawan The Reds di ajang Piala Super Eropa.

Setelah pertandingan, namanya ramai disudutkan sebagai biang keladi kegagalan timnya di ajang tersebut. Chelsea gagal meraih trofi Piala Super Eropa tahun ini dan organisasi anti-rasial, Kick it Out sudah memprediksi serangan ini sebelumnya.

Kendati demikian, Abraham tetap tidak ingin terlalu larut dalam permasalahan ini. Baginya yang terpenting adalah kembali membawa Chelsea ke tempat teratas musim ini. Ia pun tidak masalah jika selanjutnya kembali diminta mengeksekusi penalti.

“Hal-hal seperti ini memang wajar terjadi dalam sepak bola. Kali ini aku hanya sial saja jadi sasaran utama karena kebetulan jadi yang terakhir menendang. Lagipula, biasanya aku tidak gagal mengeksekusi penalti,” ucapnya kepada SkySports.

“Ketika mendapat serangan itu, aku tidak peduli. Hanya mencoba untuk berpikir positif ke depan. Tidak ada gunanya mendengarkan orang-orang yang hanya ingin kita jatuh. Mereka hanya sampah yang mencegah kita menjadi lebih baik lagi,” katanya melanjutkan.

Sementara itu di sisi lain, sudah tiga pertandingan Chelsea tidak meraih kemenangan. Terkini, mereka ditahan Leicester City di kandang sendiri. Sekarang The Blues ada di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan satu angka.

Comments
Loading...