Jadi Pahlawan Lagi, Kai Havertz Malah Buat Leverkusen Ketar-ketir

Football5Star.com, Indonesia – Kai Havertz kembali jadi pahlawan Bayer Leverkusen. Di Stadion Schwarzwald, dia jadi pencetak gol tunggal kemenangan Die Werkself atas sang tuan rumah, SC Freiburg. Pada saat yang bersamaan, dia membuat klubnya ketar-ketir karena lututnya berdarah.

Hanya sebelas menit setelah mencetak gol, Kai Havertz harus meninggalkan lapangan. Dia digantikan winger Moussa Diaby. Lutut wonderkid Jerman itu terlihat berdarah akibat benturan dengan lapangan setelah duel dengan Christian Guenter.

Kai Havertz tampak kesakitan. Saat duduk di bangku tribune stadion, dia terlihat meringis sementara darah mengalir dari luka pada lututnya. Belum diketahui pasti seberapa parah cedera yang dialami pemain berumur 20 tahun itu. Namun, pelatih Peter Bosz tak terlalu risau.

“Dia baik-baik saja. Saya tak tahu seberapa buruk cederanya, tapi itu sepertinya baik-baik saja,” kata Peter Bosz selepas pertandingan seperti dikutip Football5Star.com dari Sky.

Kai Havertz harus meninggalkan lapangan dengan lutut berdarah saat Bayer Leverkusen mengalahkan Freiburg.
sport.sky.de

Bosz tentu berharap cedera Havertz tidak parah. Bagaimanapun, kehilangan sang pemain akan sangat berat bagi Bayer Leverkusen. Saat ini, dia adalah pencetak gol terbanyak Die Werkself dengan torehan 11 gol. Dalam lima laga terakhir pada pentas Bundesliga 1, hanya sekali dia tak mencetak gol.

Arti penting Kai Havertz bagi Leverkusen diakui kapten SC Freiburg, Christian Guenter. Dia menunjuk gol tunggal yang dilesakkan di gawang Alexander Schwolow. “Itulah kualitas yang dimiliki Kai. Dia hanya perlu satu situasi seperti itu untuk menjadi penentu,” ujar dia kepada Sport1.

Pujian juga dilontarkan pelatih Freiburg, Christian Streich. Dia menilai pemain yang kini jadi bidikan banyak klub besar Eropa tersebut terlihat matang.

“Dia bermain dengan kepercayaan diri tinggi. Saya ingin tahu denyut jantungnya saat masuk ke lapangan. Mungkin 50 persen lebih tinggi dari saya meskipun saya tak bermain,” urai Striech soal Kai Havertz lagi. “Jika punya kualitas seperti dia, Anda benar-benar dapat bergantung pada kemampuan Anda sendiri. Sungguh menyenangkan melihat dia di televisi setiap pekan.”