Jadi Top Scorer Lagi, Robert Lewandowski Samai Gerd Mueller

Football5Star.com, Indonesia – Robert Lewandowski kembali menahbiskan diri sebagai pemain tersubur di Bundesliga 1. Musim ini, dia lagi-lagi jadi top scorer dengan koleksi 34 gol. Kesuksesan tersebut pun membuat striker asal Polandia itu menyamai jejak legenda Bayern Munich, Gerd Mueller.

Kesuksesan kali ini membuat Robert Lewandowski menjadi top scorer Bundesliga 1 dalam tiga musim beruntun. Sebelumnya, dia juga jadi pemain tersubur pada musim 2017-18 dan 2018-19 dengan torehan 29 dan 22 gol. Inilah yang membuat dia sejajar dengan Gerd Mueller.

Sebelum Lewandowski, hanya Mueller yang jadi top scorer tiga musim beruntun di Bundesliga 1. Der Bomber melakukannya pada musim 1971-72 hingga 1973-74. Koleksi golnya luar biasa, yakni 40, 36, dan 30 gol!

Lewandowski juga kini kian mendekati koleksi torjaegerkanone, trofi top scorer Bundesliga 1, milik Mueller. Musim ini adalah kali kelima eks striker Borussia Dortmund jadi top scorer. Dia tinggal butuh dua torjaegerkanone lagi untuk menyamai koleksi Der Bomber.

Ketajaman Lewandowski mendapat pujian dari CEO Karl-Heinz Rummenigge. “Mencetak 34 gol dalam satu musim di Bundesliga adalah pencapaian luar biasa. Hanya Der Bomber Gerd Mueller yang pernah mencetak lebih banyak gol dalam semusim,” kata dia seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Bayern Munich.

Lebih lanjut, eks striker timnas Jerman itu mengungkapkan, “Saya menyampaikan selamat dan berteima kasih kepada Robert Lewandowski. Dia adalah penyerang tengah terbaik di dunia.”

Gagal Patahkan Rekor Mueller

Gerd Mueller tiga kali beruntun menjadi top scorer Bundesliga pada awal 1970-an.
br.de

Meskipun kembali jadi pemain tersubur dalam semusim di Bundesliga 1, Lewandowski tak lantas menepuk dada sebagai sosok luar biasa. “Aku sangat senang dengan 34 gol yang kucetak. Namun, tentu saja ucapan terima kasih harus disampaikan kepada tim,” kata dia.

Dia pun lantas mengungkapkan kekecewaan terkait kegagalannya menyamai rekor 40 gol dalam semusim yang dibuat Gerd Mueller pada 1971-72. Dia menilai memang sulit melakukan hal itu pada zaman sekarang.

“Aku harus katakan, sulit membandingkan dengan masa itu. Sepak bola modern terlihat agak berbeda. Aku tak dapat mengatakan bahwa hal itu membuatku kecewa. Namun, aku juga melewatkan tiga pertandingan pada musim ini,” ujar Robert Lewandowski.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More