Jalan Berliku Sepak Bola Vietnam Hingga Melonjak di Rangking FIFA

Football5star.com, Indonesia – Federasi sepak bola dunia, FIFA merilis peringkat terbaru di bulan November. Yang paling menarik dari peringkat terbaru FIFA adalah melonjaknya wakil Asia Tenggara, Vietnam.

Dikutip Football5star.com dari halaman resmi FIFA, Jumat (29/11/2019), Vietnam mampu menembus peringkat 100 besar dunia yakni peringkat ke-94 atau naik tiga peringkat dari bulan sebelumnya. Peringkat paling tinggi negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Dalam beberapa tahun ke belakang, sepak bola Vietnam memang mencuri perhatian publik dunia. Pada Januari 2018, tim muda Vietnam membuat sejarah. Timnas U-23 Vietnam tampil di partai puncak Piala AFC U-23 di Cina.

esquiresg.com

Meski kalah dari Uzbekistan di partai final. Kegemilangan Nguyen Quang Hai dan kawan-kawan hingga menembus partai final Piala AFC U-23 disambut suka cita oleh publik sepak bola Vietnam.

“Rasanya seperti mimpi,” kata pendukung Vietnam saat itu seperti dilansir dari Esquiresg. Apalagi di partai puncak, Vietnam meladeni Uzbekistan hingga babak tambahan waktu. Hanya keberuntungan yang menggagalkan tim berjuluk The Golden Stars tersebut.

“Orang-orang kami merasa ini adalah momen yang sangat membahagiakan,” tambah Mai Huyen Chi, seorang sutradara film Vietnam pasca kekalahan The Golden Stars di final Piala AFC.

Melihat perkembangan sepak bola Vietnam saat ini, tentu saja publik sepak bola Indonesia sangat iri. Bagaimana mungkin negara yang dahulu bisa di kalahkan timnas Indonesia bisa melesat seperti saat ini?

Memori saat Mohammad Mauly Lessy, Boas Salossa dan Ilham Jayakusuma mencetak gol ke gawang Vietnam di Piala AFF 2004 tentu membuat publik nasional seolah tak percaya dengan pesatnya Vietnam membangun sepak bola mereka.

Jalan berliku Negeri Paman Ho

Pada era Perang Dingin, Vietnam sempat terpecah menjadi dua negara, Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Dikutip dari laporan Jeffrey Hays, kiprah timnas kedua negara ini pun cukup baik di era 50-an, meski saat itu pecah Perang Vietnam.

Vietnam Selatan misalnya mampu tampil dua kali bermain di putaran final Piala AFC. Bahkan mampu meraih peringkat keempat. Sedangkan Vietnam Utara di era 50-an, berkutat melawan negara-negara Komunis. Pada 2 Juli 1976, kedua negara bersatu.

Bersatunya Vietnam Utara dan Selatan sempat menimbulkan kekhawatiran. Negara ini dianggap tidak bisa maju karena luka masa lampau akibat Perang Vietnam. Tidak mengherankan jika kemudian sepak bola mereka di awal-awal berdirinya Republik Sosialis Vietnam berjalan di tempat.

esquiresg.com

Bahkan hingga 2012 lalu, sepak bola Vietnam masih harus dipusingkan dengan masalah pengaturan skor, kasus suap di internal pengurus federasi, serta bobroknya liga lokal. Bahkan di beberapa tahun sebelumnya yakni pada Januari 2006, sejumlah pelatih dan pemain liga lokal terbukti melakukan matchfixing.

“Mantan pelatih Pjico Song, Lam Nghe An, pemain mereka, Nguyen Huu Tang, dan Nguyen Phi Hung terbukti terlibat dan aktif di organisasi judi sepak bola.” tulis media Cina, People’s Daily.

Perjudian sepak bola di Vietnam memang tak bisa dipisahkan. Alih-alih hanya terus mencabut rumput tanpa menarik akarnya, pemerinta Vietnam turun tangan mengatasi perjudian di sepak bola yang mengarah kepada matchfixing.

Pada Agustus 2013, Komite Majelis Nasional Vietnam memberi keputusan untuk melegalkan bisnis perjudian pacuan kuda, balap anjing, dan sepak bola internasional. Mereka juga menetapkan taruan minimum adalah 10.000 Dong Vietnam dan maksimal 1 juta Dong Vietnam.

“Dengan aturan ini pemerintah bisa mengontrol perjudian di masyarakat. Hal ini juga akan mencegah terjadinya matchfixing di laga sepak bola,” tulis media lokal Vietnam, VietNamNet.

Tujuan pemerintah Vietnam melegalkan perjudian tentu saja sempat mendapat tentangan. Akan tetapi ada niat baik lain yang coba dioptimalkan pemerintah Vietnam khususnya para pejabat federasi sepak bola.

Membangun tim muda

Dengan rentetan kasus di sepak bola Vietnam, sejumlah tokoh di federasi Vietnam tak menyerah. Mereka tetap berusaha untuk memajukan sepak bola.

Salah satunya caranya adalah memohon kepada FIFA terus menggelontorkan dana untuk pengembangan sepak bola muda di Vietnam.

“Para pemain kami harus kembali belajar dari nol soal semangat olahraga dan memahami bahwa pertandingan tidak boleh menggunakan trik.” kata salah seorang pejabat olahraga Vietnam seperti dikutip dari factsanddetails.

Mendapat kucuran dana pengembangan sepak bola dari FIFA, Vietnam perlahan membuat blueprint untuk memajukan sepak bola. Tentu saja fokus mereka ialah pemain muda.

esquiresg.com

Berkat blueprint yang jelas dan keinginan untuk benar-benar berubah, sepak bola Vietnam mendapat program investasi jangka panjang dari klub sepak bola dunia.

Arsenal misalnya bekerja sama dengan akademi sepak bola asal Prancis JMG Academy membangun akademi sepak bola di Hanoi. Striker yang dianggap Messi asal Vietnam, Nguyen Cong Phuong adalah jebolan akademi sepak bola tersebut.

“Vietnam setelah mengalami periode keserakahan dan korupsi mampu membuktikan diri. Saya percaya bahwa Vietnam bakal menjadi kekuatan yang mendominasi di Asia Tenggara dan menjadi wakil ASEAN yang tampil pertama di Piala Dunia,” kata Scott McLntyre.

“Sejumlah klub memiliki platform yang jelas untuk pemain muda. Tidak hanya sejumlah klub, namun semua klub di Vietnam fokus pada hal tersebut. Mereka mampu menciptakan generasi pemain hebat,” tambah pria yang jadi pengamat sepak bola di FOX Sports tersebut.

Comments
Loading...