Jangan Kambing Hitamkan Pelatih dari Bobroknya Tim di Liga 1

Football5star.com – Pelatih acap menjadi kambing hitam dari buruknya penampilan tim, termasuk pada kompetisi Liga 1 2019. Bahkan, sudah ada delapan nama yang harus lengser dari jabatannya kala Liga 1 baru berjalan 14 pekan.

Sejumlah hasil buruk yang didapatkan klub menjadi biang keladi dari hijrahnya pelatih. Pelatih jadi sasaran empuk utama yang dijadikan kambing hitam tiap kali sebuah tim tampil tak sesuai harapan.

Bahkan, status pelatih asing nyatanya tak menjamin bakal aman dari posisinya. Dari total 8 nama ini, empat di antaraya dihiasi oleh nama import.

Teco - Bali United - PSIS - baliutd. com
baliutd. com

“Kadang-kadang. Ada yang tekanan dari suporter tim. Lalu, orang yang pertama kena adalah pelatih kepala. Saya pikir ini tidak bagus buat sepak bola,” bilang pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, kepada wartawan.

Padahal, pelatih tak selalu dicap jadi biang masalah dalam tim. Klub-klub Liga 1, lanjut dia, terlalu terbiasa main ganti pelatih tanpa memikirkan yang terbaik.

“Kadang-kadang mereka ganti buat ganti saja. Cuma untuk ganti, tim tidak diperbaiki. Tim tidak lebih bagus. Tapi saya pikir, mungkin dari tekanan suporter baru manajemen terjadi ganti pelatih di Liga 1 saat ini,” papar dia.

Pernyataan Teco ada benarnya. Persija Jakarta bisa dijadikan contoh. Sudah mengganti Ivan Kolev dengan Julio Banuelos, nyatanya performa tim belum memuaskan. Mereka masih duduk di zona merah Liga 1 dengan delapan poin dari sembilan pertandingan.

Comments
Loading...