Jelang Liga 1 2020: Kontradiksi Bhayangkara FC dan TIRA Persikabo

Football5Star.com, Indonesia – Bhayangkara FC dan TIRA Persikabo adalah fenomena tersendiri pada era Liga 1 Indonesia. Keduanya merupakan klub “pelat merah” karena berafiliasi atau bahkan dimiliki institusi negara, yakni Polri dan TNI. Kiprah keduanya pun terbilang menarik.

Bila ditelusur sejak Liga 1 2017, prestasi kedua tim tersebut bisa dikatakan kontradiktif. Bhayangkara FC berjaya, sementara TIRA Persikabo biasa-biasa saja. The Guardian mampu juara pada musim pertama, sementara Laskar Padjadjaran selalu berkutat di papan bawah. Dua musim terakhir, mereka berada di posisi ke-15.

Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 2017.
bhayangkara-footballclub.com

Berdasarkan rapor tiga musim, Bhayangkara bahkan bisa dikatakan sebagai klub terhebat. Setiap musim, perolehan poin mereka selalu berada di atas 50. Saat juara Liga 1 2017, The Guardian merebut 68 poin. Sementara itu, pada Liga 1 2018 dan 2019, mereka meraih 53 poin.

Tak ada klub lain yang mampu memiliki konsistensi seperti itu. Bali United, PSM Makassar, dan Persija Jakarta memang sempat merebut lebih dari 60 poin dalam dua musim, tapi mereka hanya mampu meraih 40-an poin pada satu musim lainnya.

Bali United pada dua musim terakhir tercatat meraih 64 dan 68 poin. Namun, raihan poin mereka hanya 45 pada Liga 1 2017. Hal yang sama dialami Persija yang meraup 61 dan 62 poin pada dua musim terakhir, tapi hanya mengemas 44 poin pada musim pertama.

Hal berbeda dialami PSM. Klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu gemilang pada dua musim awal dengan meraih 61 dan 65 poin. Namun, pada musim lalu, Juku Eja hanya mampu meraup 44 poin. Gara-garanya, mereka hebat di kandang, tapi amburadul saat tandang.

Stagnasi TIRA Persikabo

Bagaimana dengan TIRA Persikabo? Jangankan meraih 60 poin dalam semusim, sekadar mencapai 50 poin pun tak pernah. Bahkan, perolehan poin Laskar Padjadjaran stagnan di angka 42. Baik pada Liga 1 2017, 2018 ataupun 2019, hanya 42 poin yang diraup klub ini.

TIRA Persikabo seperti dikutuk untuk selalu meraih 42 poin. Musim lalu, mereka sempat tampil perkasa dengan tak terkalahkan pada 13 pekan awal di bawah asuhan Rahmad Darmawan. Namun, mereka kemudian tak meraih kemenangan dalam 16 laga beruntun sejak pekan ke-16. Itu lantas berbuntut pemecatan sang pelatih.

Satu hal yang menarik, klub ini selalu tampil dengan nama berbeda setiap musimnya. Pada Liga 1 2017, klub ini bernama PS TNI . Musim berikutnya, berubah menjadi PS TIRA. Lalu, musim 2019, setelah merger dengan Persikabo, berubah lagi menjadi PS TIRA Persikabo.

Pada Liga 1 2020, sejatinya klub ini juga tampil dengan nama baru, yakni Persikabo 1973. Nama itu telah disahkan oleh Asosiasi Provinsi Jawa Barat. Namun, karena belum disahkan dalam Kongres PSSI, nama tersebut belum bisa digunakan pada kancah Liga 1 musim ini.

Memasuki Liga 1 2020, TIRA Persikabo terbilang biasa-biasa saja. Tim asuhan Igor Kriushenko tak termasuk unggulan juara. Itu berbeda dengan Bhayangkara FC yang disebut-sebut sebagai salah satu tim impian berkat kedatangan sejumlah pemain baru berkualitas macam Renan Silva, Ezechiel N’Douassel, Andik Vermansah, dan Saddil Ramdani.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More