Jelang Liga 1 2020: Menanti Marko Simic Lewati Beto Goncalves

Football5Star.com, Indonesia – Beto Goncalves memang belum pernah meraih sepatu emas dalam tiga musim awal Liga 1. Namun, soal koleksi gol, dia tetaplah yang terdepan. Dalam tiga musim, dia telah mengemas 51 gol. Bersama Sriwijaya FC, dia mengemas 22 gol pada 2017 dan 11 gol pada 2018. Sementara itu, musim lalu, dia membukukan 18 bagi Madura United.

Akan tetapi, dominasi penyerang yang sudah berumur 39 tahun itu rawan tergusur. Pada Liga 1 2020, ancaman nyata datang dari Marko Simic yang membela Persija Jakarta. Saat ini, penyerang asal Kroasia itu tepat berada di belakang Beto Goncalves dengan 46 gol.

Hanya terpaut lima gol, Marko Simic berpeluang besar mengambil alih predikat pemain tersubur Liga 1. Tengok saja, dia hanya perlu dua musim untuk mengemas 46 gol, sementara Beto mencetak 51 gol dalam tiga musim kompetisi.

Bila dirata-rata, Marko Simic mencetak 0,74 gol per laga dalam 62 laga yang dilakoni bersama Persija Jakarta pada dua musim terakhir. Itu lebih baik dari Beto Goncalves yang hanya 0,68 gol per laga dalam 75 pertandingan pada tiga musim Liga 1.

Musim lalu, Simic menunjukkan peningkatan pesat. Dia membukukan 28 gol dan merebut gelar pencetak gol terbanyak Liga 1 2019. Koleksinya itu 10 lebih banyak dari musim sebelumnya ketika Persija Jakarta juara Liga 1 2018. Dia juga unggul 10 gol atas Beto Goncalves yang finis di posisi kedua dalam daftar pemain tersubur.

Sokongan Rekan-Rekan Baru

Marko Simic didukung rekan-rekan baru nan berkualitas pada Liga 1 2020.
persija.id

Jelang Liga 1 2020, Marko Simic sudah menebar ancaman. Hal itu ditunjukkan saat Persija Jakarta berpartisipasi pada ajang Piala Gubernur Jatim. Meskipun Macan Kemayoran harus takluk di tangan Persebaya pada laga final, dia jadi pemain tertajam.

Sepanjang turnamen, pemain berumur 32 tahun itu sanggup mengemas 6 gol. Dalam lima pertandingan, hanya sekali dia gagal mencetak gol. Itu terjadi saat Persija Jakarta imbang 1-1 dengan Arema FC pada pertandingan terakhir Grup B.

Itu jadi bukti ketajamannya terus terpelihara. Ditambah kedatangan para pemain baru ciamik, Marko Simic sangat mungkin jadi kian tajam. Pelatih Sergio Farias nyata-nyata telah menegaskan Evan Dimas, Marc Klok, Marco Motta, hingga Osvaldo Haay untuk memberikan umpan-umpan matang kepada sang bomber.

Gangguan Tulah Sepatu Emas

Aleksandar Rakic gagal mepertahankan gelar top skorer pada Liga 1 2019.
pssi.org

Satu-satunya kendala Marko Simic untuk menggusur Beto Goncalves adalah mitos tak ada pemain yang meraih sepatu emas dua musim beruntun. Setidaknya, itulah yang terjasi sejak era Indonesia Super League (ISL). Dari 2008 hingga 2019, tak satu pun top skorer yang mampu mempertahankan gelarnya.

Boaz Solossa memang tiga kali menjadi pemain tersubur. Namun, dia meraihnya dengan berselang-seling, yakni pada 2008, 2010, dan 2013. Adapun pada era Liga 1, gelar top skorer diraih tiga pemain asing, yakni Sylvano Comvalius pada 2017, Aleksandar Rakic (2018), dan Marko Simic (2019).

Fakta tersebut menjadikan perburuan gelar pemain tersubur sepanjang era Liga 1 kian menarik. Akankah itu jadi penghalang atau malah jadi pelecut bagi Marko Simic untuk menggusur Beto Goncalves?