Jelang Liga 1 2020: Menanti Sinkronisasi PSS Sleman

Football5Star.com, Indonesia – PSS Sleman digadang-gadang akan jadi pesaing serius di papan atas Liga 1 2020. Tapi, anggapan tersebut terkikis perlahan karena manajemen.

Berawal dari pemecatan Seto Nurdiantoro, manajemen PSS Sleman dianggap tidak becus mempersiapkan tim jelang musim 2020. Padahal Seto adalah pelatih yang berjasa membawa klub promosi dan bertahan di papan tengah Liga 1 2019.

Pemecatan Seto kemudian mengundang kritik pedas dari para suporter. Tapi kemudian manajemen tutup telinga. Tak lama berselang, PSS menunjuk Eduardo Perez sebagai suksesor.

Penunjukan ini juga dianggap gegabah mengingat Eduardo Perez tak punya catatan mengkilap di dunia kepelatihan. Ya, selama ini dia hanya dikenal sebagai asisten pelatih Luis Milla dan Julio Banuelos.

keputusan manajemen ini pun berakhir prematur. Sepekan Liga 1 2020 bergulir, pria asal Spanyol mengundurkan diri. Dia berselisih paham dengan manajemen terkait persoalan teknis.

Kini, kursi pelatih pun diisi mantan juru taktik Madura United, Dejan Antonic, yang baru diangkat pada Rabu (26/2/2020). Dengan waktu semepet ini, patut dinanti apakah perubahan mendadak ini bisa berdampak positif pada performa mereka di Liga 1 mendatang.

Situasi pelatih dan manajemen justru berbanding terbalik dengan komposisi pemain. Ya, PSS mampu membentuk skuat mumpuni. Pemain-pemain bintang berhasil didatangkan seperti Fitra Ridwan, Irfan Bachdim, dan paling baru adalah Misbakus Solikin.

Dengan para pemain yang dimiliki, ditambah performa yang ditunjukkan musim lalu, PSS bisa menjadi kejutan di Liga 1 2020. Tapi sekali lagi, kekuatan yang sudah terbentuk bukan jaminan sebuah tim tampil oke jika manajemen kerap silang pendapat dengan tim pelatih.

Manajemen, pelatih, dan pemain harus bersatu demi kemajuan tim. Fan pun sudah lelah melihat kondisi timnya yang secara tiba-tiba ditinggal Seto Nurdiantoro maupun Eduardo Perez.

PELATIH: DEJAN ANTONIC
Dejan Antonic - Madura United - Badak Lampung
Dok. Ilhamsins

Dejan Antonic hanya diberikan waktu selama empat hari untuk mempersiapkan timnya. Tentu ini jadi tantangan berat baginya yang sudah kurang lebih enam bulan menganggur.

Namun, tidak ada yang tidak mungkin. Dejan Antonic bukanlah pelatih kemarin sore. Sudah banyak pengalaman yang dia rasakan, sudah sering pula dia mengalami kondisi tim yang berbeda-beda.

Kendati sepanjang kariernya sebagai pelatih belum mampu menghasilkan gelar, pria asal Serbia dikenal lihai membentuk skuat mumpuni. Tengok saja apa yang dilakukan di Pelit Bandung Raya maupun Borneo FC.

Memiliki pemain yang pas-pasan, Antonic mampu menjaga konsistensi permainan tim. Filosofi PSS Sleman juga dianggap cocok dengannya yang kerap mengorbitkan pemain muda.

PEMAIN KUNCI: YEVHEN BOKASHVILI
Rapor Tim Promosi di Paruh Pertama Liga 1 2019 - PSS Sleman - liga-indonesia. id
 liga-indonesia. id

Sebagaimana musim lalu, PSS Sleman musim ini tetap mengandalkan Yevhen Bokashvili sebagai ujung tombak. Pada Liga 1 2020 nanti, sang bomber dipercaya akan tampil lebih ganas.

Yevhen Bokashvili menjadi top skorer PSS di Liga 1 2019 dengan torehan 16 gol. Torehan itu terbilang apik, mengingat dia baru pertama kali bermain di Indonesia.

Kini, di musim kedua ia diyakini akan mencetak lebih banyak gol lagi. Kendati sudah ditinggal Bryan Ferreira, pemain Ukraina tidak akan kekurangan suplai bola dari lini kedua.

Dia akan dimanjakan oleh Misbakus Solikin. Belum lagi kehadiran Irfan Bachdim yang mampu tampil melebar akan semakin membuat Bokashvili fokus membobol gawang lawan. 

TRANSFER MUSIM INI

Transfer Masuk: Aaron Evans (PSM Makassar), Irfan Bachdim (Bali United), Lutfi Kamal (Mitra Kukar), Fitra Ridwan (Persija Jakarta), Arthur Irawan (Badak Lampung), Samsul Arifin (Persela Lamongan), I Gede Sukadana (Kalteng Putra), Jefri Kurniawan (Badak Lampung), Antonio Nugrogo (Kalteng Putra), Misbakus Solikin (Persebaya Surabaya).

Transfer Keluar: Brian Ferreira (Madura United), Kushedya Heri Yudo (Arema), Sidik Saimima (Bali United), Jajang Sukmara (PSIS Semarang), Dave Mustaine (Arema), Haris Tuharea (Madura United), Nerius Alom (Sriwijaya FC), Rangga Muslim (Bhayangkara FC), Ricky Kambuaya (Persebaya Surabaya)

SKUAT LENGKAP

Kiper: 21-Ega Risky, 30-Hendra Molle, 17-Alex Sander, Nararya Pratistha
Belakang: 13-Hamdani Zamzani, 2-Aaron Evans, 5-Asyraq Gufron, Efdal Prasetyo, 25-Samsul Arifin, 69-Derry Rachman, 3-Beny Nurwanto, 19-Dendi Maulana, 8-Arthur Irawan
Tengah: 24-Guilherme Batata, 6-Wahyu Sukarta, 7-Lutfi Kamal, 44-I Gede Sukadana, 7-Fitra Ridwan, 33-Ocvian Chanigio, Misbakus Solikin
Depan: 77-Jefri Kurniawan, 17-Irfan Bachdim, 27-Irkham Milla, 23-Arsyad Yusgiantoro, 10-Yevhen Bokashvili

PRAKIRAAN FORMASI
Formasi 4-3-3

– Ega Risky
– Aaron Evans, Samsul Arifin, Beny Nurwanto, Dendi Maulana
– Guilherme Batata, Lutfi Kamal, Misbakus Solikin
– Irfan Bachdim, Yevhen Bokashvili, Jefri Kurniawan