Jelang Liga 1 2020: Persib Bandung Bidik Juara Tanpa Protagonista

Football5Star.com, Indonesia – Menatap gelaran Liga 1 2020, Persib Bandung punya satu impian, yakni mengulang kesuksesan 2014 saat menjadi juara. Harapan itu disampaikan Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Zainuri Hasyim, pada launching tim yang berlangsung Selasa (25/2/2020).

“Tentu ada pertanyaan apakah tim ini mau jadi juara? Kita harus punya cita-cita jadi juara. Tapi semua harus bekerja keras dan kita juga pernah jadi juara 2014,” ujar Zainuri Hasyim seperti dikutip Football5Star.com dari Channel YouTube Persib TV.

Zainuri menekankan target dan hasrat juara tersebut kepada para pemain. Dia menegaskan, siapa pun yang bergabung dengan Persib Bandung harus punya keinginan kuat dan usaha keras untuk menjadi juara. Ini seolah sentilan tersendiri mengingat maung Bandung tidaklah bertabur bintang.

Menilik komposisi pemain saat ini, kekuatan Persib Bandung sebetulnya tak terlalu berbeda dari musim lalu. Perubahan signifikan hanya terjadi di jantung pertahanan dengan kedatangan Victor Igbonefo dan Fabiano Beltrame. Itu pun keduanya sudah terbilang “karatan”.

Para pemain lain yang didatangkan jelang Liga 1 2020 tidak terlalu mentereng. Sorotan utama tentu saja terarah pada deretan pemain baru di lini depan. Sepanjang pramusim, Geoffrey Castillion, Wander Luiz, Zulham Zamrun, dan Beni Oktovianto tidak menunjukkan kualitas istimewa.

Ini akan jadi handicap tersendiri dalam menunjang target Persib Bandung untuk kembali mengaum dan merengkuh gelar juara. Sonder protagonista yang bisa diandalkan untuk membuat perbedaan di lapangan, sulit untuk mewujudkan hal itu. Apalagi, mereka harus bersaing dengan beberapa tim impian macam Persija Jakarta dan Bhayangkara FC.

Hal lain yang jadi kendala Persib Bandung pada Liga 1 2020 nanti adalah hubungan yang kurang harmonis dengan bobotoh dan jurnalis. Pada launching, forum pewarta Maung Bandung melakukan boikot karena merasa terlalu dibatasi dalam proses peliputan. Para bobotoh pun merasa disisihkan karena acara tersebut hanya untuk para undangan.

Andai rekonsiliasi tak dapat segera dilakukan, sangat mungkin hal itu akan berpengaruh para perjalanan Persib Bandung pada Liga 1 2020. Ujung-ujungnya, target dan harapan juara pun hanya akan jadi impian semata.

PELATIH: ROBERT ALBERTS
Robert Alberts masih dipercaya menangani Persib Bandung pada Liga 1 2020.
persib.co.id

Robert Alberts termasuk satu dari hanya sedikit pelatih yang mampu bertahan di kursinya sepanjang musim lalu. Meskipun prestasi Persib Bandung tak istimewa, dia tetap dipertahankan. Itu tak terlepas dari geliat yang sempat ditunjukkan pada paruh kedua. Andai mampu konsisten, mereka sebetulnya bisa saja tampil sebagai runner-up.

Pelatih asal Belanda ini punya reputasi apik di kancah sepak bola Indonesia. Dia pernah membawa Arema FC juara ISL 2009-10. Lalu, PSM Makassar yang tak bertabur bintang jadi kandidat juara Liga 1 2018 meskipun akhirnya hanya finis sebagai runner-up.

Menatap Liga 1 2020, Robert Alberts punya optimisme lumayan besar. “Kita bisa melihat perbedaan bila dibandingkan dengan musim lalu. Kita saat ini lebih seimbang, lebih stabil, saya rasa ini sangat menjanjikan,” ucap dia seperti dikutip Football5Star.com dari laman resmi Persib.

PEMAIN KUNCI: I MADE WIRAWAN
I Made Wirawan akan kembali jadi andalan Maung Bandung.
persib.co.id

Musim lalu, I Made Wirawan termasuk sosok yang mengejutkan. Tampil sebagai kiper utama setelah M. Natshir cedera, dia justru mampu mengukir prestasi apik. Sepanjang musim, dia membukukan 12 clean sheet. Itu adalah catatan clean sheet terbanyak pada musim lalu, sama dengan yang dibuat Dede Sulaiman dan Wawan Hendrawan.

Seiring putusan pelatih Robert Alberts meminjamkan Natshir ke Bandung United, I Made Wirawan kemungkinan akan kembali jadi andalan pada Liga 1 2020. Meskipun Persib mendatangkan Teja Paku Alam dari Semen Padang, posisi kiper utama sepertinya akan tetap jadi milik pemain asal Bali tersebut.

Musim ini, kiprah I Made Wirawan sangat patut dinantikan. Pasalnya, dia kini ditangani pelatih kiper jempolan, Luizinho Passos. Polesan eks pelatih kiper Borneo FC itu tentunya akan membuat kemampuan kiper berumur 38 tahun itu kian terasah. Logikanya, dia akan tampil lebih baik dari musim lalu.

TRANSFER MUSIM INI

TRANSFER MASUK: Geoffrey Castillion (Hafnarfjordur), Victor Igbonefo (PTT Rayong), Zulham Zamrun (PSM Makassar), Teja Paku Alam (Semen Padang), Wander Luiz (Becamex Binh Duong), Beni Oktovianto (Persiba Balikpapan)
TRANSFER KELUAR: Hariono (Bali United), Kevin van Kippersluis (CD Badajoz), Achmad Jufriyanto (Bhayangkara FC), Ezechiel N’Douassel (Bhayangkara FC)

SKUAT LENGKAP

Kiper: 34-Teja Paku Alam, 78-I Made Wirawan, 81-Dhika Bayangkara
Belakang: 2-Nick Kuipers, 3-Ardi Idrus, 12-Henhen Herdiana, 15-Fabiano Beltrame, 17-Zalnando, 22-Supardi Nasir, 32-Victor Igbonefo, 66-Mario Jardel
Tengah: 7-Beckham Putra Nugraha, 8-Abdul Aziz, 10-Esteban Vizcarra, 11-Dedi Kusnandar, 13-Febri Hariyadi, 18-Gian Zola, 21-Frets Butuan, 23-Kim Jeffrey Kurniawan, 77-Ghozali Siregar, 91-Omid Nazari, 93-Erwin Ramdani
Depan: 9-Wander Luiz, 17-Zulham Zamrun, 20-Geoffrey Castillion, 82-Beni Oktovianto

PRAKIRAAN TIM UTAMA

Formasi: 4-4-2

I Made Wirawan
Supardi, Nick Kuipers, Victor Igbonefo, Ardi Idrus
Febri Hariyadi, Omid Nazari, Esteban Vizcarra, Ghozali Siregar
Wander Luiz, Geoffrey Castillion