Jelang Liverpool vs Napoli: Roberto Firmino Ditangkap Polisi, Hoax atau Bukan?

Football5star.com, Indonesia – Jelang pertandingan antara Napoli vs Liverpool di matchday pertama Liga Champions tersebar berita hoax yang menyebutkan bintang The Reds Roberto Firmino ditangkap polisi.

Website Tomkinstimes menuliskan bahwa pemain asal Brasil itu ditangkap pihak kepolisian karena sejumlah kasus. “BREAKING NEWS: Roberto Firmino Arrested” tulis judul berita tersebut.

Dalam tubuh berita disebutkan bahwa Firmino ditangkap karena tuduhan perilaku cabul di depan umum, selain itu ia juga didakwa penyalagunaan sepak bola. Malah di artikel itu juga disebutkan bahwa Firmino menyimpan zat kimia berbahaya seperti plutonium dan uranium.

Tentu saja artikel yang ditulis oleh Paul Tomkins tersebut bisa dipastikan hoax semata. Pasalnya media ternama Inggris seperti BBC atau Independent tidak menurunkan pemberitaan tersebut. Kasus kriminal yang sempat melilit Firmino terjadi pada 2016 lalu.

Tangkapan layar tomkinstimes.com

Seperti dikutip Football5star.com dari Independent, pada 2016 Roberto Firmino didakwa karena kasus mengendarai mobil dalam kondisi mabuk. Pada 25 Desember 2016, pihak kepolisian Merseyside memberihentikan mobil yang dikendarai Firmino.

“Polisi Merseyside telah mendakwa seorang pria berusia 25 tahun karena mengemudi mobilnya di bawah pengaruh alkohol,” kata juru bicara kepolisian saat itu.

Akibat dari kasus itu, Firmino memang akhirnya absen di laga Liverpool vs Stoke City di Boxing Day 2016 lalu. Setelah kasus tersebut, Firmino tidak pernah lagi berurusan dengan pihak kepolisian.

Pemberitaan mengenai Firmino ini tentu saja bisa bisa dikategorikan sebagai hoax semata atau si penulis memang berkeinginan mengangkat artikel ini untuk lelucon semata. Namun tetap disayangkan jika artikel hoax jadi asupan para pembaca.

Pemberitaan seputar sepak bola dan olahraga memang tak pernah bisa lepas dari hoax, apalagi jika mendekati bursa transfer pemain. Tidak hanya di luar negeri, di dalam negeri sejumlah media juga sempat bikin geger karena menurunkan pemberitaan yang dianggap hoax bahkan sampai membuat si objek pemberitaan melakuan protes.

Comments
Loading...