Jerome Boateng: Lawan Rasialisme, Jangan Cuma Ramai di Media Sosial!

Football5Star.com, Indonesia – Gelombang demonstrasi besar-besar di Amerika Serikat terkait tindakan berbau rasialisme polisi terhadap George Floyd mendapat perhatian dari Jerome Boateng. Bek Bayern Munich itu mengaku terkejut dan prihatin melihat reaksi yang timbul saat ini.

“Gambar-gambar yang ada sungguh mengejutkanku. Aku melihat di media sosial ada beberapa kebrutalan. Sungguh disayangkan, gelombang protes juga berubah ke bentuk yang buruk,” kata Jerome Boateng seperti dikutip Football5Star.com dari Deutsche Welle.

Dalam pandangan Boateng, rasialisme memang fenomena serbahadir di mana pun dan di Amerika Serikat sungguh buruk. Menurut dia, kasus kematian George Floyd adalah bukti betapa rasialisme terhadap orang-orang kulit hitam begitu menyebar luas.

Oleh karena itu, dia memahami sepenuhnya gelombang protes yang terjadi. Dia pun mengapresiasi bentuk protes yang dilakukan Weston McKennie cs. pada laga-laga Bundesliga 1 yang baru lalu. Begitu pula dengan kampanye masif di media sosial. Namun, dia menegaskan hal itu tidaklah cukup.

“Suara kami (pesepak bola) didengar. Kami punya panggung dan jangkauan luas. Namun, kupikir sangat penting untuk tak terbatas di media sosial. Insiatif seperti Black Out Tuesday itu bagus, tapi kita butuh sesuatu yang lebih nyata,” urai Jerome Boateng yang berdarah Ghana tapi lahir dan besar di Jerman.

Bagi Boateng, ada banyak program yang dapat dilakukan secara nyata di tengah-tengah masayarakat untuk meredam rasialisme. Dia lantas menyebut pendidikan untuk anak-anak dan dukungan terhadap program-program integrasi.

Secara khusus, dia menekankan soal pendidikan. “Semua bermula dari pendidikan terhadap anak-anak. Itu adalah hal terpenting. Tak ada anak yang lahir ke dunia ini sebagai rasis. Itu tergantung kepada orang tua dan hal yang mereka katakan kepada anak-anak itu,” ucap Boateng lagi.

Menurut Jerome Boateng, pendidikan mengenai rasialisme seharusnya masuk kurikulum sekolah. Sangat penting menanamkan kepada anak-anak bahwa rasialisme adalah hal yang tak dapat diterima. Mereka juga harus dididik untuk melawan tindakan rasial. “Hanya dengan cara itulah kita bisa membuat kemajuan,” kata dia.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More